Tabanan Kembangkan Sistem Penyediaan Air Minum

Tabanan, IDN Times - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Buana (Perumda TAB) Kabupaten Tabanan menggandeng PT Rafa Karya Indonesia untuk mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Tukad Yeh Empas dan Tukad Nyanyi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pada Senin (28/4/2024). Dalam kesempatan tersebut Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyatakan kerja sama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tengah keterbatasan pendanaan dari Pemerintah Pusat.
1. Proyek sempat terhenti karena pandemik COVID-19

Direktur Utama Perumda TAB, I Gede Nyoman Wirah Adnyana, mengatakan sebenarnya pembangunan SPAM di Tukad Yeh Empas sudah dirintis sejak 2017 lalu melalui bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Sebenarnya proyek ini sudah dirintis sejak tahun 2017. Namun proyek ini terhenti akibat pandemik COVID-19," katanya, Selasa (29/4/2025).
Ia melanjutkan, tahap pembangunan pada proyek ini baru sampai membangun bendungan. Setelah pandemi, pihak Perumda TAB berusaha melanjutkan, tetapi APBN tidak bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan proyek.
2. Menggandeng pihak swasta

Untuk menuntaskan proyek ini, Perumda TAB Tabanan menggandeng pihak swasta, dalam hal ini PT Rafa Karya Indonesia.
"Mereka akan menginvestasikan dana untuk membangun instalasi pengolahan air," ujarnya.
Berdasarkan perhitungan, proyek SPAM ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp235 miliar untuk pembangunan pengolahan air dan jaringan perpipaan. Dalam skema baru, nantinya investasi swasta akan difokuskan pada instalasi pengolahan air. Sedangkan untuk jaringan distribusi masih diupayakan melalui pendanaan APBN.
3. Melakukan penyusunan studi kelayakan

Kata Wirah, tahapan selanjutnya dalam pengembangan SPAM adalah penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS), yang kemudian akan dikaji oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta didampingi aparat penegak hukum.
"Setelah kajian dan pendampingan selesai, proyek akan masuk tahap tender terbuka. Tidak hanya PT Rafa Karya, perusahaan lain juga bisa berpartisipasi," kata Wirah.
Proses studi kelayakan hingga tender diperkirakan membutuhkan waktu enam bulan hingga satu tahun. Pengembangan SPAM Tukad Yeh Empas dan Tukad Nyanyi diharapkan mendukung pasokan air bersih jangka panjang, terutama untuk kebutuhan pariwisata di wilayah selatan Tabanan, tanpa mengganggu kebutuhan air untuk sektor pertanian di hulu.



















