Hari Baik Menurut Hindu Bali 26 Mei 2026, Saatnya Belajar

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Selasa, 26 Mei 2026. Mengawali pagi ini terdapat hari dirgahayu yang baik untuk mulai belajar. Ada juga hari dadig krana yang baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama.
Dina carik merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa. Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. Bagaimana ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membakar keramik

Geni murub adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, keramik dan lain-lain. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kala luang artinya baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.
Gni rawana jejepan artinya baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, dan membuat senjata tajam (pande besi). Namun, tidak baik mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.
2. Baik memelihara ternak

Kala upa artinya baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). Kala tukaran adalah hari baik untuk memasang jaring/tepis, mapikat (mencari burung), mulai melatih atau mengajar burung.
Kala sudukan adalah hari yang tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan. Kala suwung artinya tidak baik untuk dewasa ayu, berkunjung. Kala tampak adalah hari yang tidak baik untuk dewasa nikah atau perkawinan.
3. Baik menggarap sawah

Pamacekan adalah hari baik untuk mengerjakan sawah atau kebun, membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya. Macekan agung artinya baik untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tumbak, senjata pengider-ider, dan lain-lain.
Sampi gumarang munggah merupakan hari yang tidak baik menanam padi dan jagung. Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Jati.

















![[QUIZ] Keinginan Terpendam di Bali, Ini Tokoh The WONDERfools Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260521/g-jyw83xkaabtde_728da86f-da49-42f6-9f64-13120c89cfdb.jpg)
![[QUIZ] Pilih Destinasi Wisata Bali, Inilah Bestie Kamu di BABYMONSTER!](https://image.idntimes.com/post/20260507/clipdown_7263db7b-4f6f-44bb-a539-75e184e3fed3.jpg)