Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pembangunan PSEL Bali Resmi Dimulai, Nilai Investasi Rp3 Triliun

Pembangunan PSEL Bali Resmi Dimulai, Nilai Investasi Rp3 Triliun
Grounbreaking PSEL pertama berada di Bali sejumlah Kementerian, Danantara, PLN, dan Forkopimda serta pelaksana proyek foto bersama. (IDN Times/Yuko Utami)
Intinya Sih
5W1H
  • Proyek PSEL pertama di Bali resmi dimulai dengan investasi Rp3 triliun, menggunakan standar lingkungan Eropa dan menargetkan pengolahan lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun.
  • Pemerintah Bali berharap proyek ini rampung Oktober 2027 untuk memperbaiki penanganan sampah sekaligus menjaga citra pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
  • Menteri terkait menegaskan PSEL bukan hanya penghasil listrik, tapi solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan tanpa bau, dengan teknologi yang telah diterapkan di puluhan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Denpasar, IDN Times - Groundbreaking pertama proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berlangsung di Bali, tepatnya Jalan Raya Pelabuhan Nomor 7X, Pedungan, Kecamatan enpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Rabu (8/7/2026).

Agenda ini dihadiri oleh sederet Kementerian Republik Indonesia, Danantara Investment Management (DIM), Forkopimda Bali, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

CEO Danantara Investment Management (DIM), Pandu Patria Sjahrir, memaparkan ada 3100 fasilitasi Waste to Energy (WTE) di dunia. Menurut Pandu, jumlah itu sebagai bukti yang cukup bahwa PSEL telah beroperasi menangani sampah di sejumlah negara. 

Pihaknya juga mengupayakan pelibatan berbagai mitra ahli sebelum memulai rencana pembangunan PSEL.

“Dari sisi proses pemilihan mitra kita memilih 60 tenaga ahli dan latar belakang,” ujar Pandu di Denpasar, pada Rabu (8/7/2026).

1. Gunakan standar lingkungan Eropa dengan nilai investasi proyek Rp3 triliun

IMG_7081.jpeg
CEO Danantara Investment Management (DIM), Pandu Patria Sjahrir saat memparkan soal PSEL di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Melalui paparan awal, Pandu menjelaskan PSEL beroperasi menggunakan standar lingkungan Eropa. Target PSEL di Bali dapat mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun. Penurunan emisi sampah dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) ditargetkan 80 persen.

Pandu juga menyebutkan nilai investasi proyek ini sebesar Rp3 triliun. Proses pemilihan mitra pelaksana, kata Pandu, berdasarkan seleksi tender yang ketat. Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd yang terpilih sebagai operator proyek, dalam groundbreaking ini dihadiri langsung oleh Chairman Weiming China, Jiang.

“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola sampah dapat menurunkan proyeksi emisi sampah,” imbuh Pandu.

Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara ditugaskan mengimplementasikan pembangunan PSEL tahap pertama. PLN juga sebagai mitra untuk mekanisme perjanjian jual beli tenaga listrik atau power purchase agreement.

2. Penyelesaian sampah demi citra pariwisata Bali

IMG_7118.jpeg
Gubernur Bali, Wayan Koster; CEO Danantara, Pandu Sjahrir; Bupati Badung, Adi Arnawa; dan Wali Kota Denpasar, Jaya Negara. (IDN Times/Yuko Utami)

Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan lahan proyek PSEL adalah hasil kerja sama antara PT Pelindo dengan Wali mota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Pembersihan dan penataan lahan melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung yang menelan anggaran Rp35 miliar.

Koster berharap proyek ini selesai dibangun pada Oktober 2027 mendatang. 

“Kalau ini selesai, tidak hanya bagus untuk lingkungan, tapi juga untuk citra pariwisata Bali,” ujar Koster.

Koster menambahkan, masalah sampah di Bali adalah hal darurat. Pengendalian sampah akan berdampak terhadap keberlangsungan pariwisata sebagai 65 persen tulang punggung pertumbuhan ekonomi Bali. Setiap tahun, Bali juga menyumbangkan devisa kepada negara sebesar Rp176 triliun.

3. PSEL diklam tidak berbau

IMG_7112.jpeg
Grounbreaking PSEL di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Dari aspek perencanaan lingkungan hidup, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat, menargetkan ada 70 kabupaten/kota se-Indonesia yang mampu menyelesaikan masalah lewat PSEL.

Jumhur menekankan bahwa PSEL atau WTE tidak hanya fokus pada hasil energi listrik, tetapi juga penyelesaian timbunan sampah akibat open dumping.

Waste to energy di beberapa tempat tidak diartikan sebagai listrik bisa jadi bahan bakar untuk energi, sampah utamanya terkelola dengan baik,” kata dia.

Pemaparan Jumhur diselaraskan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Rosan Perkasa Roeslani. Ia menegaskan bahwa PSEL bukan semata penghasil tenaga listrik, namun fokus utamanya adalah tata kelola sampah.

“Bukan semata mata menghasilkan tenaga listrik, itu bonus, ini mengurangi dan memerangi signifikan lingkungan hidup, keselamatan dan tata kelola yang baik dan benar,” tutur Rosan.

Ia mengklaim teknologi ini telah terbukti di 50 negara dan bisa mengambil semua jenis sampah yang ada. Rosan juga menjamin PSEL tidak berbau, serta dapat mengubah citra tempat pengelolaan sampah yang bau menjadi lokasi edukasi.

“Saya yakin ini akan bersih tidak bau dan menjadi tempat yang bisa dipelajari, dikunjungi, dan tempat berguna lainnya taman baca, rekreasi,” imbuhnya yakin.

Ia berharap groundbreaking PSEL pertama di Bali ini, berlanjut ke peresmian perdana PSEL di Pulau Dewata pada akhir tahun 2027.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More