Hari Baik Hindu Bali 7 Juli 2026, Saatnya Memelihara Ternak

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya). Semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital akan menemani hari kerjamu pada Selasa, 7 Juli 2026.
Sebagai pembuka ada hari kala upa yang baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). Banyu urug artinya hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Bagaimana ramalan hari baik lainnya? Apakah semuanya baik? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membuat peraturan

Dauh ayu adalah hari baik untuk membuat awig-awig (aturan setingkat desa adat di Bali), peraturan-peraturan atau undang-undang, serta baik untuk membangun. Kala brahma merupakan hari yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan.
Kala dangastra artinya hari baik untuk membangun tembok pekarangan serta membuat alat-alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk memulai pekerjaan penting serta tidak baik melakukan upacara atau gawe ayu. Kala ingsor adalah hari yang mengandung sifat atau tanda-tanda mengecewakan.
2. Baik memberikan nasihat

Kala mretyu adalah hari baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, serta memberi nasihat kepada orang lain. Namun, tidak baik untuk bersenggama serta segala yadnya.
Kala pati artinya baik untuk membuat jerat dan memasangnya serta pembuat pengrusak. Namun, tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya. Ada juga hari kala sor yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan.
3. Baik membuka lahan pertanian baru

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Purwanin dina merupakan hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu. Panca prawani artinya tidak baik dipakai dewasa ayu.
Uncal balung merupakan hari yang tidak baik melakukan semua jenis perkerjaan yang dianggap penting. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Langgeng Kayowanan, Pratiti: Awidya.

















