Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Kematian WNA di Tabanan Menunggu Hasil Toksikologi

Penyebab Kematian WNA di Tabanan Menunggu Hasil Toksikologi
Evakuasi mayat yang ditemukan di tengah hutan Sanghyang, Kecamatan Penebel, Minggu (28/6/2026) (Dok.Humas Polres Tabanan)
Intinya Sih
5W1H
  • Mayat WNA asal Afrika Selatan bernama Adriaan Campbell Louw ditemukan di Hutan Sanghyang, Tabanan, setelah dilaporkan hilang sejak 13 Juni 2026.
  • Adriaan diketahui sebagai fotografer yang gemar memotret pemandangan alam dan terakhir meninggalkan vila tempatnya menginap sebelum ditemukan meninggal dunia.
  • Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi, sementara polisi menegaskan tidak ada tanda kekerasan dan akan evaluasi prosedur pendakian di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Identitas mayat yang ditemukan di tengah Hutan Sangyang Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan akhirnya terungkap. Mayat tersebut bernama Adriaan Campbell Louw (53), warga asal Afrika Selatan.

Kepala Satuan Reserse Krikinal Kepolisian Resor (Kasat Reskrim Polres) Tabanan, AKP I Made Teddy Satria Permana, mengatakan dari pengakuan satu staf penginapan, Adriaan Campbell, terakhir terlihat pada 13 Juni 2026.

"Sejak tanggal tersebut, Adriaan Campbell menghilang dan tidak terlihat lagi, hingga ditemukan dalam kondisi meninggal pada 29 Juni 2026," ujarnya, Senin (6/7/2026).

1. Adriaan Campbell merupakan seorang fotografer

IMG-20260628-WA0024.jpg
Evakuasi mayat yang ditemukan di tengah hutan Sanghyang, Kecamatan Penebel, Minggu (28/6/2026) (Dok.Humas Polres Tabanan)

Teddy melanjutkan dari penyelidikan di lapangan, diketahui jika Adriaan Campbell adalah seorang fotografer yang suka mengambil foto pemandangan.

"Kami mendapatkan akun Pinterest milik Adriaan Campbell dan ia meng-upload foto-foto terkait pemandangan di akun tersebut. Rata-rata memfoto situasi alam di wilayah yang ia kunjungi," ujarnya.

Menurut keterangan saksi tempat Adriaan Campbell menginap, ia datang sendiri. Adriaan memesan kamar dari 9 Juni 2026 hingga 15 Juni 2026.

"Pada tanggal 13 Juni 2026, Adriaan Campbell meninggalkan vila dan sejak saat itu korban tidak terlihat lagi," kata Teddy.

2. Penyebab kematian Adriaan Campbell menunggu pemeriksaan toksikologi

IMG-20260628-WA0026.jpg
Evakuasi mayat yang ditemukan di tengah hutan Sanghyang, Kecamatan Penebel, Minggu (28/6/2026) (Dok.Humas Polres Tabanan)

Mengenai berapa lama Ardiaan Campbell meninggal dan penyebab kematiannya, pihaknya sedang menunggu pemeriksaan toksikologi dokter forensik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah. Namun dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan luka-luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

"Sehingga untuk penyebab kematiannya, kami masih menunggu pemeriksaan toksikologi," ujar Teddy.

3. Adriaan Campbell tidak melapor saat memasuki kawasan hutan

IMG-20260628-WA0027.jpg
Barang-barang milik Adriaan Campbell yang ditemukan dilokasi penemuan mayatnya (Dok.Humas Polres Tabanan)

Teddy melanjutkan dari hasil penyelidikan, Adriaan Campbell ini memasuki kawasan Hutan Sanghyang tanpa melapor. Keberadaannya diketahui oleh warga yang kebetulan melintas, dalam kondisi meninggal.

Mengenai seringnya ditemukan kasus pendaki tersesat di Tabanan, Polres Tabanan mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh aktivitas pendakian di lereng Gunung Batukaru. Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, mengatakan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pendakian dirasa perlu dilakukan.

"Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerag serta desa adat setempat untuk merumuskan aturan baru guna memastikan keamanan para pencinta alam yang melintasi jalur tersebut," jelasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More