WNA Tersangka Pencurian di Kuta Dirawat karena Testis Mengecil

- Seorang WNA asal Aljazair bernama Muhammad, tersangka pencurian di Kuta, dilarikan ke rumah sakit karena testisnya mengecil diduga akibat kekerasan saat pemeriksaan polisi.
- Polsek Kuta menangkap Muhammad dan istrinya atas kasus pencurian pakaian serta topi di dua mal besar Bali; keduanya kini ditahan terpisah sambil menunggu proses hukum.
- Istri tersangka sempat mencoba bunuh diri dan mengalami depresi, sementara kuasa hukum berupaya memulangkan keluarga ini ke Aljazair karena kondisi kesehatan mereka yang memburuk.
Badung, IDN Times - Seorang tahanan kasus pencurian di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta, Muhammad, yang merupakan warga Aljazair, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami masalah dengan testisnya.
Kuasa Hukumnya, Florentina, mengatakan hasil pemeriksaan medis, testis tersangka mengecil diduga sejak mengalami kekerasan saat pemeriksaan di Mapolsek Kuta.
Ia menyebutkan, tersangka memang ada riwayat pemukulan di area sensitif tersebut sekitar tahun 2019, sehingga testisnya naik ke atas. Namun, kondisinya saat itu masih normal dan tidak mengalami keluhan sakit. Semenjak kejadian di Mapolsek Kuta 10 hari terakhir, rasa sakit pada testisnya tidak bisa ditahan lagi.
"Baru dugaan ya. Klien kami itu ditangkap 6 Juni, setelah itu mungkin karena tidak mau mengaku ditanya tempat tinggal di mana. Tidak mau ngaku. Di situlah katanya ada pemukulan. Klien kami bilang ada 10 orang yang pukul. Anggota (pelaku pemukulan), di bagian dadanya dan sempat juga ditodongkan senjata (ke alat kelamin). Itu baru dugaan ya. (pengakuan) si korbannya," jelasnya di Kuta, Jumat (3/7/2026) malam.
1. Kondisi tersangka akan diobservasi lagi

Kuasa Hukum tersangka, Florentina, menjelaskan kliennya telah menjalani perawatan di RS Murni Teguh yang berada di samping Mapolsek Kuta. Muhammad mengerang kesakitan di bagian testisnya, dan telah menerima antibiotik serta antinyeri. Kondisinya akan diobservasi selama tujuh hari, serta menunggu pertemuan dengan dokter yang menangani.
"Kami kan tadi juga nyari dokternya. Dokternya kebetulan tidak ada. Jadi tadi barusan kita ke dokter urologi," jelasnya.
Sementara itu, menanggapi dugaan penyiksaan tersebut, Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, menyampaikan tersangka sakit bukan karena kekerasan fisik.
"Bukan akibat kekerasan fisik ya. Karena dari awal diamankan, pelaku tersebut sudah kooperatif," jelasnya.
2. Polsek Kuta menangkap tersangka dan istrinya karena mencuri di mal

Kliennya ditangkap karena kasus pencurian di dua lokasi. Pertama, di Beachwalk Shopping Center. Tersangka mencuri 6 pieces baju merek Adidasdan 3 buah topi. Kemudian di lokasi kedua, Mall Bali Galeria. Tersangka mengambil 3 pieces baju dan 2 buah topi.
Aksi tersebut dilakukan bersama istrinya. Namun, dalam pemeriksaan, tersangka Muhammad mengakui pencurian tersebut. Sedangkan istrinya tidak mengakui hingga saat ini.
Mereka ditahan secara terpisah. Muhammad berada di rutan Polsek Kuta, sementara istrinya dititip di Lapas Perempuan Kerobokan bersama bayinya yang berusia 1 tahun.
"Sementara yang kami belum pahami karena waktu di-BAP itu hanya berdasarkan CCTV. Jadi bukan berdasarkan laporan," jelas Florentina.
3. Psikis kedua tersangka terganggu

Florentina mengatakan, tersangka perempuan telah melakukan percobaan bunuh diri akibat kasus ini. Ia meyayat tangannya dengan peniti dan menunjukkan kecenderungan depresi.
Sedangkan tersangka Muhammad stres karena ayah mertuanya meninggal hari ini di Aljazair setelah sakit parah. Kabar duka ini masih ditutupi agar istrinya tidak semakin parah kondisi depresinya.
"Waktu kejadian, waktu dibilang orangtuanya (mertua) sakit parah, itu memohon agar bisa komunikasi. Tapi dari pihak kepolisian katanya tidak memberikan akses dan akhirnya meninggallah tadi. Nah, kalau ini sampai istrinya tahu, ya kan, ya kami gak tahu lagi. Jangan sampai tahu. Itu aja," jelasnya.
Pihak kuasa hukum juga tengah mengupayakan agar kedua tersangka dan anaknya dipulangkan ke negara asalnya. Mengingat, ketiganya dalam kondisi sakit. Tersangka perempuan mengalami gangguan kejiwaan, anaknya mengidap sakit jantung, dan Muhammad mengalami kesakitan di bagian testisnya.


















