Penyelidikan Kasus Man Colik, Polisi Telusuri CCTV hingga Toko Emas

- Polisi Klungkung terus menyelidiki kematian I Nyoman Cita dengan menelusuri rekaman CCTV, menyisir lokasi Sungai Bubuh, dan mencari barang bukti yang mungkin tertinggal.
- Penyidik juga menelusuri hilangnya perhiasan emas sekitar 70 gram milik korban dengan mendatangi pedagang serta toko jual beli emas untuk mencari kemungkinan transaksi terkait.
- Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan senjata tajam, sementara jenazah masih dititip di RSUD Klungkung sambil keluarga menunggu perkembangan penyelidikan sebelum upacara pengabenan.
Klungkung, IDN Times – Penyelidikan kasus kematian I Nyoman Cita (50) alias Man Colik, warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, masih terus dilakukan.
Sejumlah upaya dilakukan Satreskrim Polres Klungkung untuk mengungkap pelaku. Mulai dari memeriksa rekaman CCTV, menyisir lokasi kejadian, hingga menelusuri keberadaan perhiasan emas korban yang dilaporkan hilang.
Pada Jumat (3/7/2026), garis polisi masih terpasang di kawasan Sungai Bubuh, tepatnya di jalan menuju Perumahan Pesona Lepang. Lokasi itu diduga menjadi tempat terakhir Nyoman Colik terlihat sebelum ditemukan meninggal dunia. Keluarga korban juga kembali menghaturkan banten pengulapan di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo, mengatakan penyidik masih menyisir aliran sungai untuk mencari barang bukti yang kemungkinan masih tertinggal. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar Jalan Bypass Ida Bagus Mantra dan sejumlah titik lain yang diduga dilalui korban.
"Tim kami sudah menelusuri CCTV di sekitar Bypass Ida Bagus Mantra dan sekitarnya. Kami cari petunjuk," ujar Reno.
1. Perhiasan emas 70 gram korban ikut ditelusuri

Selain mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian, penyidik juga menelusuri hilangnya perhiasan emas milik korban. Berdasarkan informasi dari keluarga, Nyoman Colik mengenakan sejumlah perhiasan emas dengan berat sekitar 70 gram sebelum ditemukan meninggal.
Polisi kini mendatangi sejumlah pedagang dan toko jual beli emas untuk mengetahui kemungkinan adanya transaksi yang berkaitan dengan barang milik korban.
"Tim kami semua turun, ada juga yang melakukan penelusuran ke pedagang atau toko jual beli emas," kata Reno Chandra.
2. Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian korban

Di tengah proses penyelidikan, keluarga masih menitipkan jenazah Nyoman Cita di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Klungkung. Mereka masih menunggu perkembangan pengungkapan kasus sebelum menentukan jadwal upacara pengabenan.
Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan menggunakan senjata tajam. Dokter forensik menemukan empat luka akibat senjata tajam dan luka memar pada bagian leher korban.
3. Jenazah dititip di RSUD Klungkung, rencana diaben

Adik korban, I Ketut Buda Ana, berharap polisi segera menangkap pelaku agar keluarga memperoleh kepastian atas kematian kakaknya.
"Jenazah sementara kami titip di RSUD Klungkung. Harapan kami aparat kepolisian agar dapat segera mengungkap kasus ini, karena meninggalnya kakak saya ini tidak wajar," ujarnya.
Untuk upacara ngeben terhadap jenazah, rencananya pihak keluarga masih akan berkonsultasi dengan pihak desa adat.
"Rencana keluarga, jenazah akan diaben. Tapi tentu kami minta petunjuk dulu dengan desa adat dulu," jelasnya.


















