Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kematian Misterius Colik di Klungkung, Kalung Emas 70 Gram Hilang

Kematian Misterius Colik di Klungkung, Kalung Emas 70 Gram Hilang
Polisi saat evakuasi jenazah I Nyoman Cita alita Colik di aliran Sungai Bubuh. (Dok. IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • I Nyoman Cita ditemukan meninggal di aliran Tukad Bubuh dengan beberapa luka terbuka, sementara kalung emas 70 gram miliknya dilaporkan hilang.
  • Keluarga menyetujui autopsi karena menemukan luka tidak wajar dan menduga adanya unsur kekerasan dalam kematian korban.
  • Polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUP Prof. Ngoerah untuk memastikan penyebab kematian serta jenis benda yang menyebabkan luka pada tubuh korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Klungkung, IDN Times – Kasus kematian I Nyoman Cita alias Nyoman Colik (50), warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, masih menyisakan tanda tanya. Selain ditemukan meninggal dengan sejumlah luka di tubuhnya, keluarga mengaku perhiasan emas yang biasa dikenakan korban juga hilang.

Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Kota Denpasar, untuk menjalani autopsi, pada Kamis (2/7/2026). Keluarga berharap hasil pemeriksaan forensik dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Adik korban, I Ketut Buda Ana, mengatakan pihak keluarga menyetujui autopsi karena menemukan sejumlah luka yang dianggap tidak wajar pada tubuh korban. Mereka juga menduga ada unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

"Kami setuju dilakukan autopsi karena ada luka-luka di tubuh korban. Selain itu, ada dugaan tindak kekerasan dan perhiasan korban juga hilang," kata Buda Ana, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, perhiasan yang diduga hilang berupa kalung emas seberat sekitar 70gr (gram) beserta liontin emas Antam. Perhiasan tersebut hampir selalu dikenakan korban saat beraktivitas sehari-hari. Sementara itu, cincin emas yang dipakai korban masih ditemukan melekat di jarinya.

1. Korban sempat berpamitan sebelum menghilang

IMG-20260702-WA0037.jpg
Polisi saat evakuasi jenazah I Nyoman Cita alita Colik di aliran Sungai Bubuh. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Buda Ana menuturkan, sebelum dinyatakan hilang, korban sempat berpamitan kepada istrinya, pada Rabu (1/7/2026) sore. Saat itu korban mengaku sedang merasa penat. Istri korban menduga suaminya pergi ke kawasan aliran Tukad Bubuh, lokasi yang memang kerap didatangi korban. Namun hingga sekitar pukul 20.00 Wita, korban tak kunjung pulang sehingga anaknya meminta bantuan keluarga untuk melakukan pencarian.

"Kata anaknya, bapaknya belum pulang. Lalu saya dihubungi untuk ikut mencari," ujarnya.

Saat pencarian dilakukan di sekitar jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, keluarga menemukan sepeda motor korban masih terparkir dalam kondisi terkunci. Di lokasi yang sama juga ditemukan telepon seluler milik korban, tetapi pakaian yang dikenakan korban tidak ditemukan.

2. Ditemukan tiga luka terbuka di tubuh korban

20260702_104702.jpg
Pihak keluarga dari I Nyoman Cita alita Colik yamh ditemukan meninggal aliran Sungai Bubuh masih tampak berduka. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Korban ditemukan meninggal mengambang di aliran Tukad Bubuh, pada Kamis (2/7/2026) pagi. Ada sejumlah luka robek di bagian pinggang dan perut korban.

"Ada tiga luka terbuka yang kami ditemukan di tubuh dari korban. Kami sudah meminta persetujuan keluarga, untuk dilakukan autopsi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Kasat Reskrim Polres) Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo.

3. Polisi masih menunggu hasil autopsi

IMG-20260702-WA0002.jpg
Polisi saat olah TKP di lokasi penemuan jenazah I Nyoman Cita alita Colik di aliran Sungai Bubuh. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik RSUP Prof Ngoerah untuk memastikan penyebab kematian Nyoman Cita. Sebelumnya, polisi menyebut adanya dugaan tindak kekerasan berdasarkan temuan luka pada tubuh korban. Namun, kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Kami masih menunggu hasil autopsi untuk mencari tau lika di tubuh korban apakah karena benda tajam seperti pisau atau yang lainnya. Ini kami dalami lagi," ujar Reno Chandra Wibowo.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More