Ancaman Kekeringan, BPBD Tabanan Siapkan Lima Mesin Pompa Air

- BPBD Tabanan memetakan desa berpotensi kekeringan selama kemarau 2026, berkoordinasi dengan BPBD Bali untuk mencatat kebutuhan bantuan dan langkah antisipasi.
- Mitigasi sementara menempatkan bagian selatan Kecamatan Selemadeg Timur dan Kediri sebagai wilayah perhatian, sementara dampak kekeringan terhadap pertanian Tabanan belum dilaporkan.
- BPBD Tabanan menyiapkan lima pompa air untuk kondisi darurat dan mengusulkan tambahan pompa berdiameter empat inci senilai sekitar Rp27 juta melalui anggaran perubahan.
Tabanan, IDN Times - Ancaman kekeringan akibat musim kemarau panjang pada 2026 ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mengambil langkah antisipasi. Satu di antaranya melakukan pemetaan desa yang berpotensi mengalami kekeringan.
Selain itu, BPBD Tabanan juga menyiapkan lima mesin pompa yang berfungsi untuk mengambil air saat terjadi kekeringan di satu wilayah.
"BPBD Tabanan juga mengusulkan pengadaan tambahan mesin pompa berdiameter empat inci melalui anggaran perubahan," ujar Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri, Senin (17/8/2026).
1. BPBD Tabanan lakukan pendataan desa rawan kekeringan

Ilustrasi sawah (IDN Times/Hilma Maulida Safira) Giri mengatakan pihaknya sedang memetakan desa yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan air sekaligus mengetahui kebutuhan di masing-masing wilayah.
"Pendataan desa rawan kekeringan itu kini masih berlangsung. Kami berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali melalui rapat daring untuk memetakan potensi bencana dan kebutuhan di lapangan," katanya.
Menurutnya, dari pendataan ini akan diketahui desa mana yang berpotensi mengalami kekeringan sehingga bisa mendapatkan atensi dan mendapat bantuan dari pusat.
"Kalau ada potensi, kami catat dan laporkan kebutuhan di sana, apakah perlu mesin, pompa, atau langkah antisipasi lainnya," ujar Giri.
2. Bagian Selatan Kecamatan Seltim dan Kediri masuk ke dalam mitigasi sementara

Ilustrasi kekeringan ekstrem (unsplash.com/Oleksandr Sushko) Berdasarkan hasil mitigasi sementara, sejumlah wilayah di Tabanan mulai dipetakan sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian. Yakni bagian Selatan Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) dan Selatan Kecamatan Kediri.
"Dari mitigasi, yang masuk zona rawan itu Seltim bagian selatan dan Kediri bagian selatan," jelas Sri Nadha Giri.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian di Tabanan. Dalam koordinasi bersama pemerintah provinsi, laporan kekeringan baru muncul dari Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, serta sejumlah wilayah di Karangasem.
3. BPBD Tabanan menyiapkan lima pompa air

ilustrasi kekeringan (pexels.com/Engin Akyurt) Untuk mengantisipasi kondisi darurat akibat kekurangan air, BPBD Tabanan memiliki lima mesin pompa. Menurut Giri, selama ini, mesin pompa tersebut lebih banyak digunakan untuk penanganan banjir, tetapi pernah juga dipinjamkan untuk membantu mengambil air saat terjadi kekeringan.
Selain peralatan yang sudah tersedia, BPBD Tabanan mengusulkan pengadaan tambahan mesin pompa berdiameter empat inci melalui anggaran perubahan. Pengadaan tersebut diusulkan senilai sekitar Rp27 juta untuk memperkuat penanganan kondisi darurat akibat kekurangan air maupun genangan.


















