Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BPBD Bali Kirim Tim dan Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT

Kota Denpasar
BPBD Bali Kirim Tim dan Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra. (IDN Times/Yuko Utami)
  • BPBD Bali memberangkatkan lima personel, termasuk kepala BPBD, ke NTT untuk menyerahkan bantuan sementara dan berkoordinasi terkait kebutuhan tambahan pascagempa Nagekeo.
  • BPBD Bali membuka rekening peduli bencana bagi warga yang ingin berdonasi; seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan ke NTT dengan jumlah yang sama.
  • Bantuan Pemprov Bali masih menunggu asesmen kebutuhan di lapangan. BNPB mencatat gempa NTT menewaskan 53 orang dan melukai 135 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Denpasar, IDN Times - Setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mengirim lima orang tim kesehatan darurat ke titik lokasi gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali juga diberangkatkan.

Informasi tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, setelah upacara bendera HUT ke-81 RI di Lapangan Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, Senin (17/82026).

Kata Dewa Indra, lima orang dari BPBD Bali diberangkatkan pagi ini ke NTT, termasuk Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Penugasan BPBD Bali ini untuk menyerahkan bantuan sementara dan berkoordinasi dengan BPBD NTT terkait kebutuhan bantuan tambahan. 

Ia juga mengatakan BPBD Bali memfasilitasi adanya rekening peduli bencana, sehingga warga yang ingin berdonasi kepada korban gempa di NTT dapat tersalurkan.

“Nanti tentu setelah selesai akan diumumkan berapa jumlah donasi yang masuk, lalu diserahkan kepada NTT dengan angka yang persis sama. Tidak ada beda satu pun,” tegasnya.

Sementara itu, bantuan dari Pemprov Bali berbeda dengan rekening peduli bencana tersebut. Sebelum mengirim tim medis darurat, BPBD, dan bantuan, Dewa Indra mengungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster, telah berkomunikasi lebih awal dengan Gubernur NTT dan Gubernur NTB secara daring. 

“Gubernur Bali, Gubernur NTT dan Gubernur NTB sudah komunikasi. Zoom. Saya ikut Zoom itu ya. Jadi sudah komunikasi tiga kepala daerah itu,” kata dia.

Pihaknya belum dapat memastikan terkait kemungkinan adanya korban gempa dari Bali. Dewa Indra menyarankan agar menanti informasi langsung di lokasi kejadian dari tim medis darurat dan BPBD Bali. 

“Sumber daya apa yang diperlukan, di mana NTT belum memiliki atau kekurangan, lalu kita membantu. Kan prinsip membantu begitu, supaya bantuan kita efektif,” tegas Dewa Indra.

Saat ditanya jumlah bantuan dari Pemprov Bali dan sumber pos anggarannya, Dewa Indra belum dapat memastikan. Kepastian hal tersebut kata dia dapat diketahui setelah prosedur asesmen yang dilakukan BPBD Bali.

“Jadi harus asesmen dulu ya supaya tahu kebutuhannya apa dan berapa. Nanti dari sana BPBD tentu akan melapor,” imbuhnya.

Berdasarkan pendataan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi NTT sebanyak 53 jiwa. Sementara itu, 135 jiwa menjalani perawatan di fasilitas kesehatan karena luka-luka.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More