Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Mengapa Bali Imunisasi HPV 29 Ribu Anak Laki-Laki

Kota Denpasar
Alasan Mengapa Bali Imunisasi HPV 29 Ribu Anak Laki-Laki
Dari kiri ke kanan, Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom; dan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Bali, Sugita. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Bali, bersama Yogyakarta dan Jakarta, menjadi provinsi prioritas imunisasi HPV pada BIAS Agustus 2026, dengan sasaran 29 ribu siswa laki-laki berusia 11 tahun.
  • Dinkes Bali menyebut vaksin HPV melindungi dari infeksi penyebab kanker serviks, penis, anus, faring, serta kutil; kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan.
  • Sebanyak 70 ribu dosis vaksin gratis tersedia dan imunisasi berlangsung hingga target tercapai; sisa dosis diberikan kepada siswa-siswi Bali yang belum menerima vaksinasi HPV.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Denpasar, IDN Times - Bali menjadi satu dari tiga Provinsi di Indonesia yang masuk dalam prioritas imunisasi vaksin HPV beserta Yogyakarta dan Jakarta. Pelaksanaan imunisasi ini bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang akan dimulai pada Agustus 2026 dan menyasar 29 ribu siswa laki-laki usia 11 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, menjelaskan urgensi imunisasi vaksinasi HPV menyasar anak perempuan dan laki-laki. Sebelumnya siswa perempuan di Bali telah menerima manfaat imunisasi vaksin HPV sejak tahun 2016-2022.

Tahun ini fokus penerima manfaat kepada siswa laki-laki untuk mencegah penularan virus human papilloma atau HPV. Virus ini menyerang permukaan kulit dan selaput lendir, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks.

“Pemerintah nasional mencatat kasus kanker kita tinggi sekali. Ada empat KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) sebagai kasus penyebab kematian tertinggi sekarang di Indonesia,” tutur Anom di Kantor Dinkes Bali, Minggu (16/8/2026). 

Ia menjelaskan kanker serviks sebagai kanker kedua terbanyak yang diderita perempuan, setelah kanker payudara. Vaksinasi HPV, kata Anom, bermanfaat untuk melindungi anak-anak di masa mendatang dari virus ini.

Melalui vaksinasi anak-anak akan memiliki kekebalan tubuh yang mencegah terinfeksi HPV. Selain kanker serviks, virus ini juga sebagai penyebab utama dari kanker penis, kanker anus, kanker faring, hingga kutil. 

Sebagian program nasional, Anom berharap imunisasi vaksinasi HPV gratis ini dapat menjangkau seluruh anak di Bali. Ia memaparkan sebelum vaksinasi HPV menjadi program nasional, biaya vaksin HPV sangat mahal. Orang dewasa dapat dikenakan biaya Rp2 juta untuk vaksin HPV. 

“Tapi sekarang jadi program nasional karena karena pentingnya kita melindungi anak-anak kita dan putra-putri kita supaya tidak kena kanker di kemudian hari,” imbuhnya.

Ia berharap agar orangtua memahami pentingnya vaksinasi HPV kepada anak-anak mereka. Berkaca pada vaksinasi COVID-19, Anom menjelaskan capaian di Bali lebih dari target nasional. Sehingga antusias serupa diharapkan untuk perlindungan anak dari HPV.

Belum ada tenggat waktu khusus pelaksanaan imunisasi vaksinasi HPV di Bali. Menurut Anom, vaksinasi akan terus berjalan hingga memenuhi 29 ribu penerima manfaat, dari 70 ribu dosis vaksin HPV yang tersedia. Sisanya, akan diberikan kepada siswa-siswi se-Bali yang belum tersentuh vaksinasi ini.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More