Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belum Ditemukan, Pencarian 5 Penumpang KMP Putri Yasmin Diperluas

Kab. Karangasem
Belum Ditemukan, Pencarian 5 Penumpang KMP Putri Yasmin Diperluas
Pencarian 5 penumpang yang masih hilang saat terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Bali. (Dok.IDN TimesIstimewa)
  • Tim SAR gabungan memasuki hari ketiga pencarian lima penumpang hilang akibat kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, dengan posko koordinasi di Pelabuhan Lembar.
  • Penyisiran diperluas ke sektor barat daya, selatan, hingga timur memakai tiga kapal dan helikopter SGi Air Bali untuk menjangkau area laut serta udara.
  • Kebakaran pada 12 Agustus 2026 mengevakuasi 211 orang selamat dan menyebabkan satu korban meninggal; lima penumpang masih dicari oleh puluhan personel lintas instansi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karangasem, IDN Times - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali melanjutkan pencarian lima penumpang yang masih hilang saat Kapal Mesin Penumpang (KMP) Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok.

Memasuki hari ketiga pencarian, Jumat (14/8/2026), tim memperluas penyisiran dengan mengerahkan tiga kapal dan satu helikopter. Area pencarian tak lagi hanya berfokus di sekitar titik awal kapal terbakar.

Pencarian dipusatkan dari Posko SAR di Pelabuhan Lembar. Dari lokasi ini, pergerakan seluruh unsur yang terlibat saling berkoordinasi agar penyisiran di laut dan udara dapat mencakup wilayah yang lebih luas.

"Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, baik personel, alut laut maupun udara, dengan membagi sektor pencarian secara terarah," kata Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (14/8/2026).

  1. 1. Tiga kapal menyisir wilayah laut

    IMG-20260814-WA0158.jpg
    Pencarian 5 penumpang yang masih hilang saat terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Bali. (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Hariyadi mengatakan, pola pencarian hari ketiga disesuaikan dengan kondisi serta luasnya wilayah perairan yang harus diperiksa. Tim membagi wilayah operasi ke sejumlah sektor. Penyisiran dilakukan ke arah barat daya, selatan hingga timur dari lokasi kejadian. Pihaknya mengandalkan tiga armada sebagai kekuatan utama pencarian di laut yakni KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas dan KAL Lembar.

    "Pembagian sektor dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban telah terbawa arus dan berpindah cukup jauh dari lokasi awal insiden," ungkapnya.

  2. 2. Helikopter ikut memantau dari udara

    IMG-20260814-WA0156.jpg
    Pencarian 5 penumpang yang masih hilang saat terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Bali. (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Selain menyisir permukaan laut, pencarian juga diperkuat dari udara. Helikopter SGi Air Bali diterjunkan untuk mengamati area yang sulit dijangkau melalui penyisiran kapal.

    Menurut Hariyadi, kondisi perairan menjadi tantangan dalam pencarian. Karena itu, koordinasi antarunsur menjadi penting agar tidak terjadi tumpang tindih sektor sekaligus memastikan setiap wilayah dapat diperiksa secara maksimal.

    "Sinergi lintas sektoral ini sangat krusial untuk mempercepat penemuan korban di tengah tantangan kondisi perairan," ujarnya.

    Operasi pencarian turut dipantau Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, dari Posko SAR Pelabuhan Lembar.

  3. 3. Lima penumpang masih dalam pencarian

    IMG-20260812-WA0103.jpg
    Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi mulai dari Kantor SAR Mataram dan Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, BKK Lembar, hingga DVI Biddokkes Polda NTB.

    Sejumlah kapal juga disiagakan untuk mendukung operasi, termasuk RBB Mataram, RIB 02 Mataram, KN SAR Arjuna, RIB Nusa Penida, KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, dan kapal Polair KP XXI-2015.

    Sekadar diketahui, KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. Dari insiden itu, 211 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Satu orang dinyatakan meninggal dunia.

    Sementara itu, lima penumpang hingga hari ketiga masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More