KMP Putri Yasmin Terbakar, Lima Orang Masih Dicari di Selat Lombok

- KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026. Dari 212 orang terdata, 211 selamat, satu penumpang meninggal, dan lima warga masih hilang.
- Tim SAR gabungan dari Bali dan NTB terus mencari lima korban hilang dengan berbagai kapal, helikopter, serta personel dari Basarnas, TNI AL, kepolisian, medis, dan instansi terkait.
- Area pencarian diperluas dari lokasi kejadian ke arah barat daya. Tim juga menyebarkan informasi kepada kapal yang melintas di Selat Lombok untuk melaporkan atau membantu korban.
Karangasem, IDN Times - Tragedi terbakarnya Kapal Motor Penumpanv (KMP) Putri Yasmin di Selat Lombok masih menyisakan lima warga yang belum ditemukan. Sehari setelah kejadian, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan terus memperluas penyisiran untuk mencari keberadaan kelima korban.
KMP Putri Yasmin terbakar Rabu lalu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.15 Wita. Proses evakuasinya melibatkan tim penyelamat dari Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Hingga Kamis (13/8/2026), sebanyak 212 orang telah masuk dalam pendataan sementara Posko SAR di Pelabuhan Lembar. Sebanyak 211 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.
Sementara, lima warga yang masih dalam pencarian yakni Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Tim SAR Gabungan masih menyisiri lokasi kejadian. Pencarian dilakukan menggunakan sejumlah kapal dan armada pendukung untuk menemukan kemungkinan korban yang masih berada di perairan.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan operasi pencarian masih berlangsung.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi,” ujar Hariyadi dikutip dari keterangan resmi yang diterima IDN Times Bali, Kamis (13/8/2026).
Ia menambahkan, koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan untuk mempercepat pencarian sekaligus memastikan proses penanganan korban berjalan maksimal.
1. Satu penumpang meninggal dunia

Terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. (Dok. IDN Times Bali/Istimewa) Dari 212 orang yang telah terdata, satu penumpang dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Indah Dwi Septiani (19). Berdasarkan data Humas Kantor SAR Mataram, korban tercatat beralamat di Asrama Brimob Gatep, Ampenan.
Sementara itu, dua warga negara asing (WNA) asal Australia juga tercatat dalam daftar penumpang yang telah dievakuasi.
Dengan demikian, sebagian besar penumpang telah berhasil ditemukan dan mendapatkan penanganan. Namun, pencarian terhadap lima warga yang belum diketahui keberadaannya masih menjadi fokus utama operasi SAR.
2. Armada SAR dikerahkan untuk pencarian korban yang masih hilang

Proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Bali, Rabu (12/8/2026). (Dok. IDN Times/Istimewa) Berbagai unsur dikerahkan dalam operasi pencarian. Armada yang digunakan antara lain KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht No Comment dan Still Here, Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Personel berasal dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali bersama Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, awak kapal, tim medis, masyarakat, serta sejumlah instansi terkait.
KSOP Pelabuhan Padang Bai, Heri Wijayanto, mengatakan tim gabungan masih memprioritaskan proses pencarian dan evakuasi korban.
“Saat ini tim gabungan masih berfokus pada proses evakuasi terhadap korban,” ujarnya.
3. Tim SAR Gabungan memperluas rute pencarian korban

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa) Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar memperluas area pencarian dengan mengerahkan alat utama berupa KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian menuju arah barat daya.
Selain penyisiran di permukaan air, Tim SAR Gabungan juga melakukan pemapelan atau penyebarluasan informasi dan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Lombok. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mengantisipasi apabila terdapat kapal yang menemukan korban di sekitar wilayah operasi.
Hingga Kamis (13/8/2026), total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 212 orang, dengan rincian 211 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas melalui Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, KP3 Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Lombok Barat, Jasa Raharja, SGi Air Bali, serta unsur SAR gabungan lainnya.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan upaya pencarian dilakukan secara paralel melalui penyisiran menggunakan alat utama di permukaan air serta koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan kepada posko apabila menemukan korban,” kata Muhamad Hariyadi.


















