Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Persiapan Penting Menuju Maybank Marathon 2026

Kab. Gianyar
3 Persiapan Penting Menuju Maybank Marathon 2026
Maybank Marathon (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Pelari Maybank Marathon 2026 perlu beradaptasi dengan cuaca tropis, kelembapan, hujan, dan elevasi rute Bali melalui perlengkapan tepat, hidrasi terencana, serta penyesuaian pace.
  • Ketahanan mental menjadi krusial saat kelelahan muncul; pelari disarankan menyiapkan visualisasi lintasan, strategi pacing dan nutrisi, serta dukungan seperti musik atau teman lari.
  • Hari lomba bukan waktu mencoba perlengkapan atau asupan baru; sepatu, pakaian, gel, dan minuman isotonik perlu diuji dalam long run untuk mengurangi risiko cedera atau ketidaknyamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gianyar, IDN Times - Menjelang race day Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa, latihan fisik saja tidak cukup. Pelari juga perlu mempersiapkan diri menghadapi cuaca, elevasi, dan tantangan mental yang dapat menentukan performa di garis finis. Sebagian besar pelari mulai mengurangi volume latihan dan menghitung hari menuju race day. Namun, ketika jarak tempuh semakin pendek, justru ada satu pertanyaan penting yang sering terlupakan: apakah persiapan fisik saja sudah cukup?

Jawabannya, Tentu tidak. Performa saat marathon tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras seseorang berlatih. Sebagai ajang lari pertama di Indonesia yang meraih predikat Elite Label Road Race dari World Athletics, karakteristik lintasan Maybank Marathon yang memadukan elevasi dengan kondisi cuaca tropis menjadikan strategi persiapan sama pentingnya dengan kualitas latihan.

Nah, berikut ini 3 hal penting yang perlu dipersiapkan agar tubuh dan pikiran siap menghadapi race day secara aman dan tetap finis strong di Maybank Marathon 2026 menurut Project Director Maybank Marathon, Bambang Irawan.

  1. 1. Kenali tantangan cuaca dan kontur rute Bali

    ilustrasi pria lari marathon (freepik.com/freepik)
    ilustrasi pria lari marathon (freepik.com/freepik)

    Cuaca dan karakteristik rute menjadi dua tantangan utama di Maybank Marathon. Meski udara pagi di Bali dapat terasa sejuk, kelembapan tinggi, suhu yang meningkat setelah matahari terbit, serta elevasi yang menantang dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dari perkiraan. Cuaca juga dapat berubah secara tiba-tiba, termasuk hujan yang membuat permukaan jalan lebih licin dan memengaruhi kenyamanan maupun strategi berlari.

    Karena itu, pelari perlu beradaptasi dengan berbagai kondisi sejak masa latihan, tidak hanya panas dan lembap, tetapi juga kemungkinan berlari dalam kondisi basah. Gunakan pakaian yang ringan dan cepat kering, topi atau visor, serta perlengkapan yang sudah pernah diuji saat latihan.

    Pastikan juga strategi hidrasi telah direncanakan dengan baik, baik melalui air maupun minuman elektrolit, tanpa menunggu rasa haus muncul. Yang terpenting, tetap peka terhadap kondisi tubuh dan bersiap menyesuaikan pace apabila cuaca atau kondisi rute berbeda dari perkiraan.

  2. 2. Perang mental saat mulai ingin menyerah

    ilustrasi lari marathon (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
    ilustrasi lari marathon (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

    Maraton adalah tantangan mental sekaligus fisik. Ketika fisik mulai terasa lelah di kilometer-kilometer terakhir, ketahanan mental akan menjadi penentu. Pikiran sering kali menggoda untuk menyerah lebih cepat daripada kemampuan tubuh yang sebenarnya.

    Cara persiapannya antara lain melakukan visualisasi lintasan dan menyiapkan strategi pacing serta nutrisi yang matang agar energi kamu tetap terjaga. Kamu juga bisa mempersiapkan hal-hal yang dapat membantu mentalmu saat menghadapi fase hitting the wall. Hal ini bisa berupa mendengarkan musik atau podcast, janji untuk lari bareng bersama teman atau pasangan agar dapat saling menyemangati, atau mengingat untuk terus bergerak. Ketika mental siap, tantangan seberat apa pun di jalur lari akan terasa lebih ringan.

  3. 3. Sepatu baru, gel baru, risiko baru

    ilustrasi marathon (unsplash.com/Cecep Rahmat)
    ilustrasi marathon (unsplash.com/Cecep Rahmat)

    Hari lomba bukan waktunya mencoba hal baru. Pastikan seluruh perlengkapan mulai dari pakaian, kaus kaki, sepatu, energi gel, hingga minuman isotonik yang akan dikonsumsi sudah pernah digunakan saat latihan dan terasa cocok dengan tubuh. Idealnya, lakukan simulasi menggunakan perlengkapan yang sama pada sesi long run, dengan begitu, risiko lecet, rasa tidak nyaman, atau cedera akibat gear yang belum teruji dapat diminimalkan.

    Semangat persiapan inilah yang menjadi fokus dalam rangkaian Road to Maybank Marathon bersama Adidas Indonesia, yang membekali peserta dengan berbagai strategi menghadapi tantangan race day. “Pada pekan-pekan terakhir menjelang marathon, fokus pelari seharusnya bukan lagi menambah porsi latihan, melainkan memastikan tubuh dan pikiran siap menghadapi berbagai kondisi di race day," ungkap Project Bambang Irawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More