Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abrasi Kusamba Kian Mendekati Permukiman Warga

Kab. Klungkung
Abrasi Kusamba Kian Mendekati Permukiman Warga
Ombak tinggi terjang pesisir Kusamba, Senin (11/8/2026). (Dok.IDN Times/Istimewa)
  • Gelombang sekitar 3 meter menerjang pesisir Desa Kusamba pada Selasa pagi, dengan air laut masuk 80–100 meter dari garis pantai hingga mencapai jalan beraspal.
  • Abrasi dalam beberapa tahun terakhir menggerus daratan dan mendekatkan laut ke permukiman; jarak rumah yang dahulu hampir dua kilometer kini sebagian besar telah hilang.
  • Sejumlah bangunan warga rusak akibat gelombang berulang, penghuni mengungsi ke rumah keluarga, sementara warga meminta penanganan serius untuk melindungi permukiman pesisir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Klungkung, IDN Times - Warga pesisir Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, kembali dibuat khawatir oleh gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai, Selasa (11/8/2026) pagi.

Ombak yang diperkirakan mencapai sekitar 3m (meter) datang sejak pukul 08.00 Wita.

Air laut tidak hanya menghantam bibir pantai, tetapi juga merangsek cukup jauh ke daratan hingga mencapai jalan beraspal.

Warga setempat, Dewa Gede Putra, mengatakan air laut bahkan mencapai titik yang berjarak sekitar 80 hingga 100m dari garis pantai.

“Sekitar jam 8 pagi ombak besar. Tingginya kira-kira 3 meter,” ujar Dewa.

  1. 1. Abrasi bikin garis pantai makin mendekati permukiman

    20260811_125758.jpg
    Ombak tinggi terjang pesisir Kusamba, Senin (11/8/2026). (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Menurut Dewa, gelombang tinggi sebenarnya sudah menjadi hal yang diantisipasi warga pesisir, terutama menjelang Sasih Karo. Namun, situasinya kini berbeda karena daratan di kawasan tersebut terus berkurang akibat abrasi.

    Dampak abrasi sudah terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Garis pantai yang sebelumnya berada cukup jauh dari permukiman, kini semakin mendekati bangunan warga.

    Dewa bahkan membandingkan kondisi pesisir saat ini dengan masa lalu. Dulu, jarak antara permukiman warga dengan laut mencapai hampir dua kilometer. Kini, sebagian besar daratan tersebut telah terkikis.

    “Dulu jarak rumah di sini dengan laut hampir dua kilometer. Sekarang sudah habis abrasi,” katanya.

    Kondisi itu membuat gelombang besar semakin mudah menjangkau kawasan yang sebelumnya relatif jauh dari laut.

  2. 2. Bangunan warga rusak, penghuni terpaksa mengungsi

    IMG-20260201-WA0107.jpg
    Abrasi di Pantai Mongalan, Klungkung. (Dok.IDN Times/istimewa)

    Ancaman abrasi kini tidak hanya terlihat dari perubahan garis pantai. Sejumlah bangunan warga juga mulai terdampak langsung.

    Dewa mengatakan bangunan milik saudaranya mengalami kerusakan parah setelah berulang kali diterjang gelombang sekitar lima bulan terakhir.

    Kerusakan tersebut membuat bangunan tidak lagi layak ditempati. Untuk sementara, saudaranya memilih tinggal di rumah orangtua.

    “Ini bangunan saudara saya, rusak parah kena ombak sekitar lima bulanan. Saudara saya jadi numpang ke rumah orangtua,” ungkapnya.

    Dewa juga mengingat kondisi kawasan Pantai Mongalan yang menurutnya mengalami perubahan besar akibat abrasi. Dahulu kawasan tersebut menjadi tempat tinggal sekitar 16 kepala keluarga.

  3. 3. Berharap pemerintah segera mengatasi abrasi

    IMG-20260811-WA0203.jpg
    Ombak tinggi terjang pesisir Kusamba, Senin (11/8/2026)(Dok. IDN Times/Istimewa)

    Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri di kawasan itu sebagian besar telah hancur. Kini yang tersisa hanya puing-puing bangunan, sementara laut semakin mendekati daratan.

    "Kami berharap kondisi pesisir mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius, terutama untuk melindungi bangunan serta kawasan permukiman yang kini semakin dekat dengan laut," harapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More