Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabel Semrawut di Tabanan Segera Dikubur, Pawai Adat Tak Lagi Terhambat

Kab. Tabanan
2 min read
Kabel Semrawut di Tabanan Segera Dikubur, Pawai Adat Tak Lagi Terhambat
Kabel-kabel melintang di pusat kota Singasana, Tabanan berencana akan ditata dan ditanam di bawah tanah (IDN Times/Wira Sanjiwani)
  • Pemkab Tabanan menyiapkan penataan kabel semrawut dengan jaringan bawah tanah di pusat kota dan jalan protokol, sebagai bagian penataan wajah kota.
  • Pemkab telah memiliki perda dan akan melibatkan seluruh provider agar kabel tidak tumpang tindih tanpa mengganggu akses maupun pelayanan jaringan masyarakat.
  • Prioritas mencakup pusat pemerintahan, fasilitas umum, dan gapura kota; penataan diharapkan memudahkan kegiatan adat seperti ngaben, ogoh-ogoh, dan melasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tabanan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan terus melakukan penataan wajah kota dan kawasan strategis. Setelah menata Jalan Gajah Mada yang saat ini sedang dalam proses, Pemkab Tabanan mulai menyoroti persoalan kabel yang selama ini semrawut dan tumpang tindih.

Untuk mengatasi kesemrawutan kabel ini, pemerintah daerah berencana menata jaringan kabel dengan menanamnya di bawah tanah, terutama di kawasan pusat kota dan jalan protokol.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengatakan penataan tersebut akan dilakukan dengan melibatkan seluruh penyedia jaringan atau provider.

"Langkah ini sekaligus menjadi upaya mempercantik wajah Kabupaten Tabanan agar lebih tertata," katanya, Jumat (25/9/2026).

  1. 1. Pemkab Tabanan sudah menyiapkan perda

    IMG-20260921-WA0011.jpg
    Kabel-kabel melintang di pusat kota Singasana, Tabanan berencana akan ditata dan ditanam di bawah tanah (IDN Times/Wira Sanjiwani)

    Pemkab Tabanan sudah membuat peraturan daerah (perda) untuk penataan kabel. Sanjaya akan memanggil seluruh provider untuk duduk bersama dengan tujuan mempercantik wajah kota.

    "Saat ini sudah ada perda yang mengatur dan sudah berlandaskan hukum," ujarnya.

    Menurutnya, penataan kabel bukan berarti mengganggu akses maupun pelayanan jaringan kepada masyarakat. Kabel hanya akan ditata agar tidak lagi saling tumpang tindih dan mengganggu estetika kawasan.

  2. 2. Target awal penataan kabel di Kabupaten Tabanan

    IMG-20260921-WA0008.jpg
    Kabel-kabel melintang di pusat kota Singasana, Tabanan berencana akan ditata dan ditanam di bawah tanah (IDN Times/Wira Sanjiwani)

    Sanjaya menyebut, kawasan yang menjadi prioritas dalam penayaan kabel adalah kawasan pusat pemerintahan, fasilitas umum, hingga pusat kota. Pihaknya menargetkan tidak ada lagi tiang kabel semrawut di kawasan tersebut. Ini juga termasuk jalan umum dan jalan protokol, seperti kawasan gapura selamat datang Kabupaten Tabanan, juga akan diarahkan menggunakan jaringan bawah tanah.

    Sementara untuk jaringan arteri yang menuju rumah-rumah warga, tiang masih dimungkinkan berada di ruas tertentu. Namun, koneksi menuju rumah warga nantinya akan diarahkan hingga ke halaman masing-masing.

  3. 3. Penataan kabel diharapkan dapat memberi rasa nyaman pelaksanaan adat dan budaya di Tabanan

    IMG-20260105-WA0013.jpg
    Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, saat meresmikan gedung UPTD Puskesmas Tabanan II (Dok.IDN Times/Humas Tabanan)

    Menurut Sanjaya, penataan kabel tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan adat dan budaya Bali. Persoalan yang selama ini muncul dari kabel semrawut di atas jalan adalah saat masyarakat menggelar upacara adat dengan sarana berukuran tinggi.

    "Contohnya kegiatan ngaben yang bade-nya tinggi. Tentu harus ada yang membawa alat untuk mengangkat kabel-kabel ini. Apabila nanti sudah ditanam di bawah, hal ini tidak perlu lagi," papar Sanjaya.

    Hal serupa juga berlaku ketika masyarakat menggelar pawai ogoh-ogoh atau melasti. Dengan kabel tidak lagi melintang di atas jalan, pelaksanaan pawai diharapkan tidak perlu lagi direpotkan oleh aktivitas mengangkat kabel menggunakan alat agar ogoh-ogoh dapat melintas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More