Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Contoh Ucapan Salam Bahasa Bali, Mudah Diingat

Kota Denpasar
3 min read
Contoh Ucapan Salam Bahasa Bali, Mudah Diingat
Tari Kebyar khas Kabupaten Jembrana. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, sehingga pelestarian Bahasa Bali dapat dimulai dari praktik salam sederhana dalam percakapan sehari-hari.
  • Om Swastiastu digunakan untuk menyapa dan bermakna semoga dalam lindungan Tuhan; salam ini dilakukan dengan tangan tercakup di depan dada serta ditutup Om Shanti Shanti Shanti Om.
  • Bahasa Bali menyediakan salam berdasarkan waktu, ungkapan kabar, terima kasih, doa, hingga hari raya, seperti rahajeng semeng, punapi gatra, matur suksma, dan dumogi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia punya 718 bahasa daerah, menurut laman resmi Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan keberagamannya. Namun apalah artinya kekayaan bahasa daerah ini jika tidak dilestarikan. Untuk itu, yuk belajar Bahasa Bali. 

Kamu bisa dimulai dari hal sederhana yang sering ditemui setiap hari. Satu di antaranya tentang ucapan salam Bahasa Bali dalam percakapan. Berikut ini contoh ucapan salam Bahasa Bali.

  1. 1. Om Swastiastu

    Ilustrasi orang Bali mengenakan pakaian adat dan berdoa dengan kedua tangan terkatup di depan wajah.
    Ilustrasi orang Bali sedang berdoa. (Pixabay.com/Raw_Image6)

    Om Swastiastu adalah salam yang diucapkan untuk menyapa seseorang saat bertemu atau berbicara di depan umum, mirip dengan Assalamualaikum, salam sejahtera, Namo Buddhaya, dan lainnya.

    Makna Om Swastiastu adalah semoga dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Salam Om Swastiastu dilakukan dengan mencakupkan kedua tangan di depan dada. Om Swastiastu ditutup dengan Om Shanti Shanti Shanti Om yang memiliki makna semoga damai di hati, damai di Bumi, dan damai selalu.

  2. 2. Rahajeng semeng

    Matahari terbit menyinari lanskap Desa Aan dengan perbukitan hijau dan langit pagi berwarna hangat.
    Sunrise dari Desa Aan (instagram.com/petapanpark)

    Rahajeng semeng artinya adalah selamat pagi. Terdiri dari dua kata yaitu rahajeng yang artinya selamat, dan semeng artinya pagi. Salam ini digunakan untuk menyapa seseorang di pagi hari.

  3. 3. Rahajeng tengai

    Suasana Desa Tamblang di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagaimana didokumentasikan dalam laman resmi desa.
    Situasi Desa Tamblang. (Tamblang-buleleng.desa.id)

    Rahajeng tengai artinya adalah selamat siang. Tengai memiliki makna siang dalam Bahasa Indonesia. Salam ini digunakan untuk menyapa seseorang di siang hari.

  4. 4. Rahajeng sande

    Ilustrasi suasana matahari terbenam dengan langit berwarna hangat sebagai latar pemandangan senja di sore hari.
    Ilustrasi Sunset. (unsplash.com/visualsofdana)

    Rahajeng sande atau rahajeng sanja memiliki arti selamat sore. Sande atau sanja memiliki makna waktu sore hari hingga menjelang malam. Salam ini digunakan untuk menyapa seseorang di sore hari.

  5. 5. Rahajeng wengi

    Bulan tampak sebagian gelap saat gerhana bulan di langit malam, dengan permukaan bulat berwarna jingga kemerahan.
    gerhana bulan (pexels.com/Adam Krypel)

    Rahajeng wengi memiliki arti selamat malam. Wengi memiliki makna malam, mirip dengan bahasa daerah lain. Salam ini digunakan untuk menyapa seseorang di malam hari.

  6. 6. Astungkara

    Ilustrasi serati Banten, sebutan bagi perajin yang menyiapkan sarana upacara adat tradisional di Bali.
    Ilustrasi serati banten. (Unsplash.com/Polina Kuzovkova)

    Astungkara memiliki arti yang sama dengan Insya Allah. Astungkara artinya semoga apa yang diinginkan dikabulkan. Contoh kalimatnya:

    A: Dumogi Komang lulus tes PPPK nggih (Semoga Komang lulus tes PPPK ya)

    B: Astungkara, Bu Made (Semoga, Bu Made).

  7. 7. Ucapan salam untuk menanyakan kabar

    Ilustrasi seorang warga Bali sebagai representasi identitas dan budaya masyarakat Bali dalam karya visual.
    Ilustrasi orang Bali. (Pixabay.com/masbebet)

    Saat bertemu seseorang, selain mengucapkan Om Swastiastu atau rahajeng semeng dan lainnya, kamu juga bisa mengucapkan salam untuk menanyakan kabar dengan ucapan punapi gatra.

    Punapi gatra terdiri dari kata punapi yang artinya bagaimana, dan gatra yang artinya kabar. Jawaban dari punapi gatra biasanya adalah becik-becik yang artinya baik-baik.

  8. 8. Matur suksma

    Umat Hindu di Bali mempersiapkan sarana upacara berupa sesajen dan perlengkapan sembahyang menjelang perayaan.
    Ilustrasi umat Hindu mempersiapkan sarana upacara. (unsplash.com/Cok Wisnu)

    Matur suksma adalah ucapan untuk mengungkapkan rasa terima kasih. Terkadang bisa juga hanya dengan mengucapkan suksma saja. Untuk membalas ucapan matur suksma, biasanya dengan suksma mewali atau terima kasih kembali (sama-sama).

  9. 9. Mengucapkan doa

    Ilustrasi seseorang berdoa dengan kedua tangan terangkat sebagai simbol permohonan, ketenangan, dan pengharapan.
    Ilustrasi berdoa. (unsplash.com/Polina Kuzovkova)

    Saat bertemu seseorang dan memberikan doa atas apa yang sedang dilakukannya, bisa menggunakan ucapan yang diawali dengan dumogi atau semoga. Contohnya adalah dumogi labda karya, yang memiliki arti semoga pekerjaannya sukses atau lancar.

    Jika untuk seseorang yang sedang melangsungkan pernikahan, maka bisa menggunakan ucapan dumogi langgeng ngantos riwekasan yang artinya semoga langgeng hingga ke depannya.

  10. 10. Ucapan salam hari raya

    Warga desa di Bali mengikuti prosesi Galungan sambil mengenakan busana adat dalam suasana perayaan keagamaan.
    Prosesi Galungan di salah satu desa di Bali. (unsplash.com/Ruben Hutabarat)

    Ucapan salam saat hari raya atau perayaan tertentu biasanya diawali dengan kata rahajeng, yang berarti selamat. Contohnya untuk Hari Raya Galungan dan Kuningan, kamu bisa menggunakan ucapan Rahajeng Rahinan Galungan lan Kuningan (selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan).

    Untuk mengucapkan selamat tahun baru menggunakan rahajeng warsa anyar. Sedangkan ucapan selamat ulang tahun menggunakan rahajeng wanti warsa.

    Belajar Bahasa Bali tuh gak susah kalau sering dipraktikkan. Bahasa Bali sebagai bahasa daerah perlu tetap dilestarikan agar tidak hilang digerus zaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More