Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Hindu Bali 25 September 2026, Saatnya Melukat

Kab. Gianyar
2 min read
Hari Baik Hindu Bali 25 September 2026, Saatnya Melukat
Melukat di kolam suci Tirtha Empul. (IDN Times/Yuko Utami)
Share Article

Selamat pagi semuanya, semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu pada Jumat, 25 September 2026. Ramalan dari Kalender Bali Digital ini diawali dengan dina mandi. 

Hari ini baik untuk upacara penyucian diri atau melukat, memberikan petuah-petuah, dan membuat jimat. Lalu bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

  1. 1. Baik bercocok tanam

    sampah organik.jpeg
    Halaman belakang Kantor PPLH Bali di Denpasar ada sumur kompos ukuran besar dan berbagai tanaman. (IDN Times/Yuko Utami)

    Jiwa menganti merupakan hari baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

    Geheng manyinget adalah hari yang tidak idak baik untuk segala pekerjaan penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. Kajeng kliwon enyitan artinya baik untuk membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib.

  2. 2. Baik membuat alat penangkap ikan

    nelayan bali.jpeg
    Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

    Kala dangastra artinya baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu). Kala brahma adalah hari yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan. 

    Kala gotongan adalah hari baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. Kala kutila manik artinya baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, serta upacara Bhuta Yadnya. 

  3. 3. Baik membuka lahan pertanian baru

    Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
    Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

    Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Prabu pendah merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara pelantikan. 

    Purwani, panca prawani merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa dan dewasa ayu. Salah wadi merupakan hari tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

    Srigati jenek merupakan hari baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi dilumbung, serta pelaksanaan upacaranya. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Suka Rahayu, Pratiti: Jaramerana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More