Kendaraan Listrik di Bali Capai 17 Ribu Unit per September 2026

- Jumlah kendaraan listrik di Bali mencapai 17 ribu unit hingga September 2026, di tengah populasi minibus pribadi yang mendekati 400 ribu unit dan target Bali Net Zero Emission 2045.
- PT Sokonindo Automobile menilai Bali sebagai pasar relevan untuk DFSK E5 Plus karena mobilitas dinamis, serta memasarkan kendaraan elektrifikasi melalui pameran di mal.
- DFSK E5 Plus dibanderol sekitar Rp534 juta dengan kapasitas tujuh penumpang, fitur ADAS Level 2, V2L, dan diproduksi dengan dukungan fasilitas DFSK di Cikande, Banten.
Denpasar, IDN Times - Kendaraan berteknologi elektrifikasi semakin banyak dijumpai di kawasan Sanur, kawasan Besakih, dan lingkungan pemerintah di Jembrana untuk angkutan siswa. Kepala Bidang Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Nyoman Sunarya, mengatakan upaya mendorong penggunaan kendaraan listrik tersebut berkaitan Bali Net Zero Emmision 2045.
Saat ini, perkembangan kendaraan pribadi minibus di Bali jumlahnya mendekati 400 ribu, sedangkan kendaraan listrik mengalami tren siginifikan mencapai 17 ribu hingga September 2026.
"Kita punya harapan, kita punya cita-cita tahun 2045 bagaimana alam Bali ini akan menjadi bersih. Kemudian tidak saja alam tetapi juga transportasinya juga harus bersih. Nanti transportasi ke depan itu ramah lingkungan," terangnya.
1. Perusahaan otomotif menargetkan Bali untuk pengembangan bisnis

Kendaraan listrik DFSK E5 Plus (IDN Times/Ayu Afria) Sebagai Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia, PT Sokonindo Automobile melakukan penetrasi pasar kendaraan elektrifikasi di beberapa wilayah seperti Palembang, Medan, Bandung, dan Bali. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengakui Bali memiliki karakter mobilitas yang berbeda.
Sebagai destinasi dengan aktivitas yang sangat dinamis, kendaraan di Bali dituntut mampu memberikan kenyamanan untuk mobilitas harian, sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan antarkawasan. Sudah saatnya Bali menawarkan pengalaman berkendara berbasis elektrifikasi yang menghadirkan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk menikmati mobilitas. Pameran di mal menjadi cara yang dipilih untuk mendekatkan produk kendaraan listrik ke konsumen di Bali.
"Alasan itulah yang membuat kami melihat Bali sebagai pasar yang sangat relevan bagi E5 Plus,” terangnya.
2. Harga ratusan juta, kecanggihan apa yang ditawarkan?

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cik Hok Ririn menjelaskan keunggulan kendaraan listrik DFSK E5 Plus (IDN Times/Ayu Afria) Mobil listrik harganya mencapai ratusan juta misalnya DFSK E5 Plus yang dibanderol sekitar Rp 534 juta. Cing Hok Rifin, mengatakan E5 Plus dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, mulai dari aktivitas harian di perkotaan hingga perjalanan antarkawasan.
Menurutnya, sebagai Dual-Energy Premium Urban Hybrid SUV, E5 Plus memadukan teknologi elektrifikasi dengan berbagai fitur yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara premium. Konfigurasi tujuh penumpang dengan captain seat memberikan fleksibilitas ruang, sementara ventilated seat pada baris pertama dan kedua serta teknologi NVH mendukung kenyamanan selama perjalanan.
Pengalaman di dalam kabin semakin diperkuat melalui layar hiburan belakang berukuran 15,6 inci dan sistem audio 13-speaker. Sementara itu, sistem infotainment berbasis Snapdragon 8155 dan asisten suara Sera berbahasa Indonesia memberikan pengalaman interaksi yang lebih intuitif. Dari sisi keselamatan, E5 Plus dibekali 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2, termasuk Adaptive Lane Change Assist (ALCA) dan Automatic Parking Assist. Fitur Vehicle-to-Load (V2L) turut memberikan fleksibilitas tambahan dengan memungkinkan kendaraan menjadi sumber daya listrik untuk berbagai kebutuhan di luar kendaraan.
"Performa E5 Plus juga dirancang untuk kenyamanan berkendara, dengan suspensi independen depan dan belakang, dipadukan dengan teknologi Frequency Selective Damping (FSD), sehingga E5 Plus nyaman dikendarai baik di kondisi perkotaan maupun perjalanan jarak jauh yang memiliki kontur jalan yang berbeda," jelasnya.
3. Indonesia juga menjadi sasaran industri manufaktur otomotif

Kendaraan listrik DFSK E5 Plus (IDN Times/Ayu Afria) Pengembangan E5 Plus di Indonesia juga didukung oleh kapabilitas manufaktur DFSK. Sejak memulai produksi di Indonesia, DFSK telah mengoperasikan fasilitas manufaktur di Cikande, Serang, Banten, yang mencakup proses stamping, welding, painting, hingga assembly.
Fasilitas tersebut terus dikembangkan dengan penerapan teknologi dan otomasi pada berbagai tahapan produksi. Tingkat otomasi mencapai hingga 95 persen pada proses stamping dan 90 persen pada proses painting, serta didukung proses End-of-Line (EOL) inspection dan final checking sebelum kendaraan didistribusikan.
"Kapabilitas manufaktur tersebut menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan standar kualitas dan konsistensi produk, sekaligus memperkuat fondasi pengembangan kendaraan untuk pasar Indonesia dan regional," jelasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















