Kesaksian Penumpang Ceritakan Detik-detik KMP Putri Yasmin Terbakar

- KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026), memaksa 35 penumpang dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem.
- Penumpang Salmi Wati terbangun saat asap memenuhi kapal, lalu mengenakan pelampung dan terjun ke laut sambil memeluk anak balitanya mengikuti arahan penyelamatan.
- Setelah sempat terombang-ambing, penumpang ditolong kapal evakuasi; sebagian masih syok, beristirahat atau menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara Salmi kehilangan barang dan mengalami trauma.
Klungkung, IDN Times- Perjalanan pulang kampung menjadi pengalaman menegangkan bagi seorang penumpang KMP Putri Yasmin, Salmi Wati (24). Kapal yang ia tumpangi bersama anaknya terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 35 penumpang akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem. Sesampainya di daratan, sebagian penumpang masih terlihat syok.
Ada yang memilih beristirahat, menjalani pemeriksaan kesehatan, hingga duduk termenung setelah mengalami kejadian yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
"Saya masih trauma. Takut sekali nyebarang. Beruntung saya dan anak selamat," ujar Salmi saat telah dievakuasi ke Pelabuhan Padang Bai.
1. Salmi terbangun karena teriakan penumpang, asap sudah memenuhi kapal

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa) Salmi Wati (24), salah satu penumpang, mengaku awalnya sedang tertidur bersama anaknya yang masih balita. Situasi berubah ketika suara teriakan penumpang membangunkannya.
Begitu membuka mata, Salmi melihat asap tebal sudah memenuhi bagian dalam kapal. Dalam kondisi panik, ia langsung menggendong anaknya dan berusaha mengenakan pelampung.
“Saat itu saya benar-benar panik. Saya langsung menggendong anak dan memakai pelampung. Anak saya juga saya pakaikan pelampung,” kata Salmi saat ditemui di Pelabuhan Padangbai, Rabu (12/8/2026).
Situasi semakin genting ketika api terus membesar. Para penumpang kemudian diminta meninggalkan kapal dan terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.
2. Salmi terjun ke laut sambil memeluk anak

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa) Salmi mengaku tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengikuti arahan untuk menyelamatkan diri. Dengan anak yang terus dipeluk erat, ia kemudian menceburkan diri ke laut.
Saat berada di tengah laut, rasa takut semakin terasa. Salmi mengaku hanya bisa pasrah dan berdoa agar dirinya bersama sang anak segera mendapatkan pertolongan.
“Saat terjun ke laut, saya sudah pasrah dan hanya bisa berdoa saja. Saya pegang erat anak saya saat itu,” ujarnya.
Beberapa menit berada di tengah laut, harapan mulai muncul ketika sebuah kapal datang untuk melakukan evakuasi. Sejumlah penumpang kemudian diangkut dan dibawa menuju Pelabuhan Padangbai.
Bagi Salmi, pengalaman tersebut meninggalkan trauma. Ia bahkan mengaku belum ingin kembali menaiki kapal dalam waktu dekat.
“Saya trauma dan nggak mau lagi naik kapal saat ini. Jadi saya berencana akan kembali ke Denpasar,” katanya.
Salmi sebelumnya hendak menuju Lombok untuk pulang kampung. Namun, perjalanan tersebut justru berakhir dengan pengalaman menegangkan.
Sejumlah barang miliknya, termasuk handphone dan pakaian, juga hilang setelah kejadian tersebut.
3. Sempat terombang-ambing sebelum mendapat pertolongan

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa) Pengalaman serupa dirasakan Komang Tri, penumpang lainnya. Ia mengaku kepanikan langsung muncul ketika mengetahui kapal yang ditumpanginya terbakar.
Saat harus terjun ke laut, Tri mengaku sudah berada dalam kondisi pasrah. Ia hanya berharap segera ada pertolongan.
“Saat nyebur ke laut, saya sudah pasrah. Syukur ada kapal yang datang untuk melakukan evakuasi,” ujar Tri.
Setelah berhasil dievakuasi, para penumpang masih bertahan di Pelabuhan Padangbai. Mereka menunggu kepastian terkait perjalanan selanjutnya sembari memulihkan kondisi setelah kejadian tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana penumpang cukup beragam. Beberapa memilih tidur dan beristirahat, sementara lainnya menjalani pemeriksaan kesehatan. Ada pula yang hanya duduk termenung.
Di tengah suasana tersebut, anak-anak dan balita tampak mencoba kembali beraktivitas. Sejumlah anak terlihat bermain bersama orang tuanya setelah berhasil keluar dari situasi mencekam di tengah laut.















![[QUIZ] Pilih Permainan Tradisional Bali 17 Agustusan, Ini Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250705/upload_2fe31657121e8f13cd897131c4ec5b07_076775d4-cd58-4291-b735-0be93010d89f_watermarked_idntimes-1.jpg)



