35 Dari 114 Penumpang KMP Putri Yasmin Dievakuasi ke Padang Bai

- KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok pada Rabu pagi saat berlayar dari Padang Bai, Bali, menuju Lembar, NTB.
- Sebanyak 35 dari total 114 penumpang dievakuasi menuju Pelabuhan Padang Bai, sementara kapal pengangkut mereka masih dalam perjalanan.
- Tim SAR Mataram dan Denpasar mengerahkan kapal serta helikopter, didukung berbagai unsur untuk mengevakuasi penumpang dan awak kapal ke lokasi aman.
Karangasem, IDN Times - Para penumpang KMP (Kapal Motor Penumpang) Putri Yasmin dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) pagi.
Dari total 114 penumpang (berdasarkan data manifest terbaru dan meralat jumlah 144 penumpang) yang diangkut KMP Putri Yasmin, sebanyak 35 penumpang dievakuasi kembali ke Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.
Kepala Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor (Kasatpolair Polres) Karangasem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Gede Murdana, mengatakan kapal yang membawa para penumpang masih dalam perjalanan menuju Padang Bai.
“Ya benar, ada 35 orang penumpang yang dievakuasi kembali menuju ke Padang Bai. Sementara posisi belum nyandar di pelabuhan,” ujar Murdana.
Kebakaran terjadi saat KMP Putri Yasmin sedang berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan informasi Basarnas Bali yang diterima dari Basarnas Mataram, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 Wita. Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 04.39 Wita.
Setelah menerima informasi, tim SAR langsung memberikan bantuan dan memastikan keselamatan penumpang serta awak kapal. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan sejumlah armada dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian,” katanya.
Penanganan insiden tersebut melibatkan tim SAR dari dua wilayah, Mataram dan Denpasar. Kantor SAR Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna untuk mendukung proses evakuasi. Selain armada laut, pemantauan dari udara juga dilakukan dengan mengerahkan helikopter dari SGi Air Bali.
Sejumlah unsur lainnya turut terlibat dalam operasi tersebut seperti KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, yacht, warga setempat, dan unsur terkait lainnya.
Proses evakuasi dilakukan untuk memastikan para penumpang dapat dipindahkan dari kapal yang mengalami insiden dan dibawa ke lokasi yang lebih aman.











![[QUIZ] Pilih Permainan Tradisional Bali 17 Agustusan, Ini Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250705/upload_2fe31657121e8f13cd897131c4ec5b07_076775d4-cd58-4291-b735-0be93010d89f_watermarked_idntimes-1.jpg)






