Cek Kesehatan Gratis di Tabanan Belum Capai Target

- Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Tabanan Semester 1 2026 baru mencapai 21,09 persen atau 100.686 orang, masih di bawah target 23 persen dari total sasaran.
- Tiga puskesmas dengan capaian terendah adalah Kediri III, Marga I, dan Baturiti I; kendala utama meliputi partisipasi masyarakat rendah, keterbatasan SDM, serta maintenance aplikasi SSI.
- Dinkes Tabanan menginstruksikan puskesmas untuk mengoptimalkan layanan CKG bagi kelompok mudah dijangkau dan melakukan evaluasi mingguan agar target tahunan dapat tercapai.
Tabanan, IDN Times - Kabupaten Tabanan melakukan evaluasi pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 1 Januari-28 Juni 2026. Berdasarkan data dari aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (SSI), capaian kumulatif pelayanan CKG masih di bawah target.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan, dr Wayan Arya Putra Manuaba, capaiannya baru sebesar 21,09 persen. Angka tersebut di bawah target 23 persen pada Semester 1 2026.
1. Sebanyak 100.686 orang menjalani pemeriksaan CKG

Selama Semester 1 pada 2026, capaian kumulatif pelayanan CKG di Kabupaten Tabanan mencapai 100.686 orang (21,09 persen). Menurut Arya, capaian ini masih berada di bawah target Semester I sebesar 109.281 orang (23 persen).
"Ada selisih 9.135 orang atau 1,91 persen. Kalau untuk setahun targetnya itu 46 persen," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan kelompok sasaran, capaian CKG bayi baru lahir mencapai 34,59 persen; anak usia 0–6 tahun 22,37 persen; anak usia sekolah 52,75 persen; dewasa 13,98 persen dan Lansia 20,17 persen.
"Capaian tertinggi terdapat pada kelompok anak sekolah yang telah melampaui target Sedangkan kelompok dewasa, lansia, dan anak usia 0–6 tahun masih memerlukan percepatan," kata Arya.
2. Tiga puskesmas di Tabanan dengan pencapaian CKG terendah

Dari data, tiga puskesmas dengan capaian terendah hingga 28 Juni 2026 adalah Puskesmas Kediri III, Puskesmas Marga I, dan Puskesmas Baturiti I.
Menurut Arya, secara umum, pelaksanaan CKG masih menghadapi beberapa kendala, antara lain rendahnya partisipasi masyarakat; keterbatasan sumber daya manusia untuk melakukan input hasil pelayanan ke dalam aplikasi, serta adanya pemeliharaan (maintenance) aplikasi SSI yang berlangsung hingga 6 Juli 2026. Sehingga proses pelaporan layanan belum dapat dilakukan secara optimal.
3. Puskesmas didorong untuk mengoptimalkan pelaksanaan CKG

Arya melanjutkan, sebagai tindak lanjut hasil evaluasi CKG selama Semester pada 2026, Dinkes Kabupaten Tabanan menginstruksikan seluruh puskesmas untuk mengoptimalkan pelaksanaan CKG pada sasaran yang mudah dijangkau seperti pegawai pemerintah, perangkat desa, sektor swasta, serta guru di sekolah negeri maupun swasta.
Selain itu, setiap masyarakat yang datang ke puskesmas agar langsung diberikan layanan CKG sesuai ketentuan, disertai pelaksanaan evaluasi capaian secara mingguan guna mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan.


















