Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Alasan Desa Selabih Jadi Lokasi Rest Area Tabanan

Ini Alasan Desa Selabih Jadi Lokasi Rest Area Tabanan
Wajah perbatasan Tabanan-Jembrana yang sedang ditata Pemkab Tabanan (Dok.PUPR Tabanan)
Intinya Sih
5W1H
  • Pemkab Tabanan mengalokasikan sekitar Rp12 miliar pada 2024 untuk membangun tiga titik tapal batas, termasuk perbatasan Tabanan-Jembrana di Desa Selabih yang menjadi wajah awal Kabupaten Tabanan.
  • Pembangunan rest area di Desa Selabih dimulai 2025 dengan nilai kontrak hampir Rp5 miliar, dilanjutkan penataan tahap berikutnya pada 2026 senilai total Rp30 miliar oleh dua perusahaan pemenang tender.
  • Rest area dan fasilitas pendukung ditargetkan rampung akhir 2026, menghadirkan area UMKM, tempat duduk pengunjung, serta ruang nyaman bagi pelintas Denpasar–Gilimanuk untuk beristirahat dan berbelanja produk lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Wajah Kabupaten Tabanan terlihat ketika memasuki tapal batasnya. Pada tahun 2024, dengan anggaran sekitar Rp12 miliar, pembangunan tapal batas dilakukan di tiga titik perbatasan yaitu perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung; perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana; perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng.

Pada 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali menata perbatasan Tabanan dan Jembrana. Mereka akan membangun rest area supaya orang-orang yang bepergian dari Denpasar-Gilimanuk maupun sebaliknya bisa beristirahat sejenak.

Berikut perjalanan perbatasan Tabanan-Jembrana yang akan dilengkapi dengan rest area.

1. Perbatasan Tabanan-Jembarana ada di Desa Selabih

IMG-20260629-WA0016.jpg
Wajah perbatasan Tabanan-Jembrana yang sedang ditata Pemkab Tabanan (Dok.PUPR Tabanan)

Beberapa waktu lalu Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, mengatakan perbatasan Tabanan-Jembrana ini ada di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat. Ia menyebutkan Desa Selabih itu dari kata Sela dan Abih. Sela itu setia, abih itu menjaga.

"Jadi Desa Selabih itu dulunya adalah daerah yang menjaga agar Tabanan tidak diserang musuh. Daerah ini menjadi wajah awal Kabupaten Tabanan," ujar Sanjaya.

Menurutnya, perbatasan Tabanan di kawasan ini gelap karena minim penerangan. Sehingga pada 2024, Pemkab Tabanan membangun gate perbatasan berbentuk jineng.

"Jineng itu adalah ikon yang menggambarkan Gunung Batukaru. Melambangkan kesuburan yang sesuai dengan Tabanan sebagai daerah agraris," papar Sanjaya.

2. Mulai dibangun rest area pada 2025

IMG-20260629-WA0015.jpg
Wajah perbatasan Tabanan-Jembrana yang sedang ditata Pemkab Tabanan (Dok.PUPR Tabanan)

Pembangunan gate di perbatasan Tabanan-Jembrana dianggap belum cukup. Katanya, atas masukan dari warga dan travel agent, pembangunan rest area ini dimulai. Menurut Sanjaya, Desa Selabih adalah titik tengah perjalanan Denpasar-Gilimanuk atau sebaliknya.

"Kurang lebih berkendara 2 jam, di mana waktu ini, pantatnya panas dan perlu istirahat. Hingga tidak sedikit banyak truk maupun pengendara yang berhenti di daerah ini. Oleh karena itu diusulkanlah dibangun rest area di lokasi ini," ujar Sanjaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Made Gede Partana, mengatakan pada 2025, dilaksanakan penataan tapal batas Tabanan-Jembrana Tahap II dengan pagu Rp5 .iliar. Pemenang tender adalah CV Tiga Generasi Sejati dengan tanggal kontrak 20 Maret 2025 dan nilai kontrak Rp4.897.126.000.

Penataan ini kemudian dilanjutkan pada 2026, berupa penataan rest area Desa Selabih dengan nilai pagu Rp15 miliar. Pemenang tendernya CV Ari Mustika dengan tanggal kontrak 4 Mei 2026.

Selain penataan rest area, juga dilakukan pembangunan dan penataan fasilitas penunjang tapal batas Tabanan-Jembrana dengan nilaipagu Rp15 miliar. Pemenang tender untuk ini adalah CV Tiga Generasi Sejati dengan tanggal kontrak 4 Mei 2026.

3. Penataan rest area dan pembangunan fasilitas diharapkan selesai akhir tahun 2026

IMG-20260629-WA0018.jpg
Wajah perbatasan Tabanan-Jembrana yang sedang ditata Pemkab Tabanan (Dok.PUPR Tabanan)

Penataan rest area dan pembangunan fasilitas ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026 Menurut Partana kawasan rest area akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti area untuk pelaku UMKM, tempat duduk pengunjung, serta penataan kawasan agar lebih nyaman dan menarik sebagai lokasi persinggahan.

Kawasan rest area ini nantinya memberikan ruang kepada UMKM lokal untuk memasarkan produk-produknya. Terlebih posisi kawasan yang berada di jalur perbatasan Tabanan–Jembrana, potensi kunjungan dinilai cukup besar sehingga dapat menjadi peluang meningkatkan pendapatan pelaku usaha desa.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More