Hari Baik Menurut Hindu Bali 11 Juli 2026, Baik Menangkap Ikan

- Ramalan Kalender Bali 11 Juli 2026 menunjukkan hari baik untuk menangkap ikan, berburu, dan mengadakan pertemuan.
- Hari tersebut juga dianggap baik untuk membuat alat penangkap ikan, senjata tajam, serta memulai belajar menari dan menabuh.
- Tanggal ini cocok membuka lahan pertanian baru, namun tidak disarankan untuk upacara Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.
1. Baik membuat alat penangkap ikan

Kala caplokan adalah hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan seperti pancing (kail), jala, jaring, bubu, serta bahan untuk umpan. Gagak anungsang pati artinya tidak baik melakukan upacara membakar mayat dan atiwa-tiwa.
Kala bancaran merupakan hari baik untuk membuat senjata, taji, dan pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira). Kala gacokan adalah hari baik untuk membuat alat-alat yang runcing seperti taji, tombak dan sebagainya. Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
2. Baik mulai belajar menari

Kala jengking merupakan hari baik untuk mulai belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, dan jaring. Namun, tidak baik untuk upacara Manusa Yadnya, menikah, serta upacara potong rambut. Kala temah artinya tidak baik untuk dewasa ayu.
Kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, serta upacara Bhuta Yadnya. Kala luang artinya hari baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. Panca prawani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu.
3. Baik membuka lahan pertanian baru

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Purwani merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa. Purwanin dina merupakan hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu.
Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan sebagainya. Termasuk tidak baik melangsungkan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Kinasihan Amerta, Pratiti: Separsa.



















