Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Geger Isu Pocong di Jembrana Bali, Polisi Pastikan Cuma Hoaks

Geger Isu Pocong di Jembrana Bali, Polisi Pastikan Cuma Hoaks
Jagat maya dihebohkan oleh sebuah unggahan yang mengklaim adanya penampakan "pocong jadi-jadian" yang berkeliaran di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.(Dok.Istimewa)
Intinya Sih
  • Media sosial Jembrana heboh karena unggahan penampakan pocong di Desa Air Kuning, namun polisi dan perangkat desa memastikan isu tersebut hanyalah hoaks tanpa bukti nyata.
  • Pihak kepolisian melakukan patroli dan monitoring di lokasi viral, memastikan situasi tetap aman serta mengingatkan warga agar tidak menyebarkan kabar palsu yang bisa memicu kepanikan.
  • Kasi Humas Polres Jembrana mengimbau masyarakat meningkatkan literasi digital dan menerapkan prinsip 'Saring sebelum Sharing' agar tidak ikut menyebarkan hoaks di media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jembrana, IDN Times - Media sosial di Jembrana, Bali, mendadak gempar pada Minggu malam (24/5/2026). Jagat maya dihebohkan oleh sebuah unggahan yang mengklaim adanya penampakan "pocong jadi-jadian" yang berkeliaran di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.

Isu horor ini pertama kali ditiupkan oleh akun Facebook bernama "Bacang Kentung" di grup publik sekitar pukul 21.00 WITA. Sontak, unggahan tersebut langsung memicu perbincangan hangat sekaligus keresahan di kalangan netizen dan warga lokal.

1. Aparat dan perangkat desa patahkan rumor

ilustrasi hantu
ilustrasi hantu (pexels.com/kaboompics)

Melihat kegaduhan yang mulai melebar, pihak kepolisian bersama Pemerintah Desa Air Kuning langsung bergerak untuk melakukan cross-check di lapangan. Hasilnya, kabar mistis tersebut dipastikan hoaks.

Setelah itu banyak unggahan klarifikasi bahwa narasi penampakan pocong tersebut sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bhabinkamtibmas Desa Air Kuning juga segera berkoordinasi dengan Perbekel (Kepala Desa) Air Kuning, Samsudin, untuk memastikan situasi di lapangan tetap aman terkendali.

Samsudin menegaskan bahwa hingga saat ini, pihak desa belum menerima satu pun laporan resmi dari warga terkait adanya gangguan makhluk halus maupun aksi jahil pocong jadi-jadian.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas," kata Samsudin.

2. Polisi pastikan Jembrana tetap aman dan kondusif

IMG-20260525-WA0078.jpg
Aparat penegak hukum dan aparat desa membahas unggahan yang mengklaim adanya penampakan "pocong jadi-jadian" yang berkeliaran di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali, pada Senin (25/5/2026).(Dok.IDN/Istimewa)

Konfirmasi senada juga datang dari Kapolsek Kota Jembrana, I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra. Pihaknya memastikan telah melakukan monitoring ketat di area yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.

Polisi memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan, apalagi penampakan pocong. Kehidupan malam warga di Desa Air Kuning pun berjalan normal dan kondusif seperti biasa tanpa ada teror apa pun.

Polsek Jembrana juga mengingatkan netizen agar lebih bijak dalam jemari mereka saat berselancar di media sosial. Menyebarkan isu tak berdasar yang bisa memicu kepanikan massal tentu ada konsekuensi hukumnya.

3. Masyarakat diminta cerdas saring informasi sebelum sharing

IMG-20260525-WA0020.jpg
Jagat maya dihebohkan oleh sebuah unggahan yang mengklaim adanya penampakan "pocong jadi-jadian" yang berkeliaran di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.(Dok.Istimewa)

Belajar dari kasus "pocong fiktif" ini, Kasi Humas Polres Jembrana, IPDA I Putu Budi Arnaya, mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital. Di era digital yang serba cepat ini, jempol kita harus lebih pintar daripada algoritma timeline

Kasi Humas mengingatkan pentingnya prinsip "Saring sebelum Sharing". Jangan sampai kita menjadi agen penyebar hoaks yang justru merusak keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kalau menemukan informasi yang mencurigakan, janggal, atau berpotensi memicu keresahan di sekitar Jembrana, jangan langsung diunggah atau diviralkan tanpa kejelasan.

"Masyarakat bisa langsung melaporkannya ke pihak kepolisian melalui layanan di 110 secara gratis dan on 24 jam," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Bali

See More