Dapur Pedagang Pasar di Jembrana Terbakar Akibat Korsleting

- Sebuah dapur milik pedagang di Banjar Pangkung Liplip, Jembrana, terbakar hebat pada Kamis siang setelah terdengar ledakan kecil dari arah belakang rumah.
- Petugas Damkar Jembrana tiba sekitar 15 menit setelah laporan diterima dan berhasil memadamkan api dalam waktu 30 menit menggunakan dua armada pemadam.
- Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dengan total kerugian mencapai Rp20 juta, dan warga diimbau rutin memeriksa instalasi listrik rumah untuk mencegah kejadian serupa.
Jembrana, IDN Times - Nasib malang menimpa Sayu Kade Narti (60), seorang pedagang di pasar asal Banjar Pangkung Liplip, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Pasalnya, bangunan dapur miliknya dilalap si jago merah, Kamis (7/5/2026) siang. Tidak ada korban jiwa, insiden ini mengakibatkan kerugian materiel yang cukup besar mencapai puluhan juta.
1. Bermula dari suara ledakan kecil

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Saat itu, korban tengah beristirahat di dalam kamarnya. Ketenangan siang itu mendadak pecah ketika Sayu Kade Narti mendengar suara ledakan kecil dari arah belakang rumah.
Penasaran dengan sumber suara, ia bergegas keluar untuk mengecek. Betapa terkejutnya ia saat melihat api sudah berkobar disertai asap tebal yang memenuhi ruangan dapurnya yang berukuran 6×3 meter.
"Korban sempat meminta bantuan tetangga sekitar untuk memadamkan api secara mandiri sebelum akhirnya keponakan korban, Ni Made Srimahayu, menghubungi petugas pemadam kebakaran," ungkap Kepala satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Pramana.
2. Api diduga dipicu oleh korsleting listrik

Mendapat laporan tersebut, Regu II Damkar Jembrana langsung bergerak cepat menuju lokasi. Dengan waktu tempuh sekitar 15 menit, petugas tiba di TKP dan langsung melakukan penanganan intensif.
Dua unit armada, yakni Armada Altora dan Armada Tangki Merah, dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merembet ke bangunan utama. Total air yang dihabiskan mencapai satu tangki penuh untuk pembasahan.
"Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau hubungan arus pendek. Proses penanganan memakan waktu sekitar 30 menit hingga situasi dinyatakan benar-benar aman," tambah Eko Susila.
3. Kerugian materiel dan imbauan waspada instalasi listrik

Akibat insiden ini, bangunan dapur beserta isinya hangus tak bersisa. Beberapa barang yang terbakar di antaranya seperti dua buah meja dapur dan rak kayu berisi alat persembahyangan. Peralatan elektronik seperti magicom, kompor, satu buah galon air, dan berbagai peralatan memasak lainnya.
Total kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp20 juta. Berkaca dari kejadian ini, Satpol PP Jembrana bidang Damkar dan Penyelamatan mengimbau masyarakat untuk lebih rutin mengecek kondisi instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang sudah tua guna mencegah terjadinya arus pendek yang berpotensi memicu kebakaran.


















