Banyak Pasien Anxiety Jalani Hipnoterapi di RSUD Singasana Tabanan

- RSUD Singasana Tabanan mengembangkan layanan hipnoterapi sejak 2022 untuk membantu pasien usia 20–40 tahun yang banyak mengalami anxiety dan depresi.
- Layanan hipnoterapi dibatasi hanya tiga pasien per hari karena setiap sesi memakan waktu lebih dari satu jam untuk mencapai kondisi relaksasi mendalam.
- Kesembuhan pasien sangat bergantung pada kemauan pribadi, dengan rata-rata perbaikan kondisi mental terlihat setelah sekitar lima kali sesi terapi.
Tabanan, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana telah mengembangkan layanan Hipnoterapi sejak 2022. Layanan ini menyediakan metode psikoterapi yang menggunakan hipnosis untuk membawa pasien ke dalam relaksasi dalam, fokus, dan konsentrasi tinggi guna mengakses pikiran bawah sadar.
Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD Singasana, dr I Made Wardana SpKJ, mengatakan layanan ini rata-rata diakses pasien usia 20 hingga 40 tahun. Kebanyakan mereka mengalami gangguan kesehatan mental berupa anxiety atau rasa takut, dan khawatir berlebihan.
"Selain anxiety, rata-rata pasien yang menjalani hipnoterapi adalah pasien yang mengalami depresi," ujar Wardana, Kamis (7/5/2026).
1. Gangguan kesehatan mental karena masalah hubungan sosial

Wardana menyebutkan, penyebab pasien mengalami gangguan kesehatan mental cukup beragam. Secara umum ada empat faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental yaitu faktor genetik yang diturunkan oleh orangtuanya; faktor pola asuh yang dialami oleh pasien tersebut; faktor sosial yang berkaitan dengan aspek lingkungan sekitarnya, seperti keluarga, organisasi masyarakat; dan yang terakhir adalah faktor kultural atau budaya.
"Namun kebanyakan pasien yang mengalami gangguan kesehatan mental dan menjalani hipnoterapi ke RSUD Singasana ini karena permasalahan hubungan sosial seperti keluarga , pekerjaan maupun ekonomi," ujarnya.
2. Layanan hipnoterapi memakan waktu satu jam lebih untuk satu pasien

Total ada 40 pasien yang menggunakan layanan ini di RSUD SIngasana sejak 2022. Dalam satu hari, layanan hipnoterapi hanya bisa diakses tiga orang pasien saja. Pihaknya tidak bisa mengambil banyak karena satu pasien membutuhkan waktu satu jam lebih untuk menjalani hipnoterapi.
“Untuk sesi hipnoterapi ini, kami memang tidak bisa melayani banyak pasien, karena waktu terapinya cukup panjang, bisa lebih dari satu jam. Karena itu untuk layanan terapi kami batasi tiga pasien saja satu hari,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, BPjS tidak menanggung hipnoterapi. Tetapi apabila berhubungan dengan indikasi psikoterapi bisa. Tarifnya sendiri bervariasi untuk pasien umum. RSUD Tabanan menerapkan tarif Rp250 ribu-Rp500 ribu per sesi. Sedangkan RSUD Singasana Rp219 ribu per sesi terapi untuk pasien umum.
3. Keinginan sembuh tergantung dari kemauan kuat pasien

Wardana mengatakan, kesembuhan lewat hipnoterapi ini juga tergantung dari kemauan kuat pasien. Sebab kesembuhan penyakit ini ada pada keinginan pasien itu sendiri untuk sembuh. Sehingga tidak bisa dipastikan berapa kali pasien harus menjalani hipnoterapi, dan dinyatakan sembuh dari gangguan kesehatan mental.
“Untuk berapa kali pasien datang, kami tidak bisa pastikan. Sebab kesembuhan penyakit mental ini ada pada keinginan dari si pasien itu sendiri. Namun pada umumnya setelah lima kali terapi, kondisi kesehatan mental pasien menjadi lebih baik," kata Wardana.



















