Awal Tahun 2026 Konsumsi Rumah Tangga di Bali Melambat

- Konsumsi rumah tangga Bali triwulan I 2026 tumbuh 5,02 persen, melambat dibanding periode sama tahun sebelumnya menurut BPS Provinsi Bali.
- Perlambatan disebabkan daya beli masyarakat yang meningkat namun tidak setinggi tahun lalu, dipengaruhi sektor penunjang seperti pariwisata dan momentum hari besar.
- Sementara itu, konsumsi pemerintah Provinsi Bali justru naik 20,28 persen berkat peningkatan belanja pegawai dan pengeluaran barang dari APBN serta APBD.
Denpasar, IDN Times - Konsumsi rumah tangga Bali pada triwulan I 2026 melambat dibandingk periode yang sama di tahun 2025. Meski melambat, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat pertumbuhan sebesar 5,02 persen. Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, potensi konsumsi rumah tangga untuk tumbuh tinggi tidak mudah.
“Sulit mencapai konsumsi rumah tangga lebih tinggi lagi. Bedakan antara tumbuh dan turunnya. Kalau misalnya dulu sudah tumbuh, untuk tumbuh lebih tinggi itu kan tidak mudah,” kata Agus pada Selasa (5/5/2026) di Kantor BPS Provinsi Bali.
1. Faktor daya beli tidak tumbuh secepat dulu

Agus memaparkan ada beberapa faktor yang dapat ditelaah sebagai daya beli atau konsumsi masyarakat Bali tidak tumbuh secepat dulu. Periode sebelumnya, konsumsi rumah tangga Bali berangsur meningkat setelah pandemi Covid-19. Namun, peningkatan itu tidak stabil jika dibandingkan setiap bulannya.
Momentum Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, konsumsi sehari-hari, hingga transportasi menjadi penyumbang pertumbuhan konsumsi masyarakat. Ia menekankan bahwa pertumbuhan konsumsi masyarakat juga bergantung dengan situasi sektor penunjang. Misalnya pariwisata sebagai satu sektor andalan Bali saat ini, pengaruh kunjungan itu berkorelasi dengan daya beli masyarakat Bali.
“Jadi belum tentu perlambatan itu karena daya belinya turun, gak. Daya belinya justru semakin meningkat, tetapi peningkatannya tidak setinggi peningkatan daya beli yang sebelumnya,” jelasnya.
Konsumsi Pemprov Bali tumbuh tinggi

Fenomena melambatnya konsumsi ini kata Agus terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun demikian, pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 20,28 persen. Angka itu lebih tinggi dari triwulan I 2025. BPS Bali mencatat terjadi peningkatan pada realisasi belanja Pemerintah Provinsi Bali, sumber dananya dari APBN dan APBD.
“Menolong dia (konsumsi Pemprov Bali) tinggi itu adalah pengeluaran untuk upah gaji pegawai. Kemarin ada peningkatan salah satunya PPPK, pengangkatan PPPK itu akhir 2025, bayar gajinya kan,” kata Agus.
Selain membayar gaji PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), pengeluaran Pemprov Bali juga didorong belanja barang.










![[QUIZ] Uji Pengetahuan Potensi Gempa Megathrust di Bali](https://image.idntimes.com/post/20241217/gempa-vulkanik-600x400-e2b7bf5c8bcbe7023ef3d355b490d1ab.jpg)






