Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Mata Air Klebutan di Pantai Geger, Dipercaya Cegah Mimpi Buruk

Kisah Mata Air Klebutan di Pantai Geger, Dipercaya Cegah Mimpi Buruk
Mata Air Klebutan di Pantai Geger (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya Sih
  • Mata air Klebutan di Pantai Geger muncul di antara batu dan pasir putih, hanya terlihat saat air laut surut, serta dipercaya warga mampu mencegah mimpi buruk dan hal negatif.
  • Warga lokal biasanya menghaturkan canang dan berdoa sebelum mengambil air Klebutan yang terasa segar sedikit asin, lalu membawanya pulang sebagai simbol penolak energi buruk.
  • Pantai Geger menawarkan pemandangan tebing, pura, dan pasir putih lembut; pengunjung disarankan datang saat surut agar bisa melihat mata air Klebutan dengan tiket masuk Rp5 ribu per orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Badung, IDN Times - Fenomena alam mata air Klebutan menjadi pesona tersendiri di Pantai Geger yang terletak di Desa Adat Peminge, Kecamatan Kuta Selatan. Mata air tersebut muncul di antara batuan dan pasir putih dan hanya dapat dilihat ketika air laut surut.

Beberapa pengunjung menganggapnya biasa, namun bagi warga sekitar mata air tersebut dipercayai mampu mencegah mimpi buruk dan hal-hal buruk lainnya.

Rombongan keluarga terlihat datang pada Minggu (4/5/2026) menjelang petang membawa anak-anaknya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka mengaku lebih dulu menghaturkan canang di salah satu pura di pantai tersebut dan memanjatkan doa sebelum menuju ke mata air.

Warga lokal juga menampung air klebutan tersebut untuk dibawa pulang ke rumah. Ketika ditanya, air tersebut dipercaya bisa mengusir hal-hal negatif.

1. Airnya cukup segar, agak sedikit asin

Pantai Geger
Pura Taman Dalem Pemutih Puri Dane Sedahan (IDN Times/Ayu Afria)

"Kami tidak memaksa orang-orang percaya. Tapi kami meyakininya begitu. Saya sering ke sini dengan teman-teman saya, dari gereja juga ada. Untuk mencegah mimpi buruk dan hal negatif sih," ungkap salah satu warga yang mengaku tinggal tidak jauh dari lokasi.

Mata air Klebutan di Pantai Geger ini terlihat berbeda. Ia menyembul kuat dari bawah pasir dan airnya terasa sedikit asin. Di samping mata air tersebut diletakkan canang dan kopi dalam gelas. Sepertinya sudah ada warga yang ke sana sebelum kami sampai di lokasi.

Beberapa warga lokal mengatakan air tersebut bisa diminum, dan saya mencobanya. Benar saja, airnya cukup segar untuk diminum meski sedikit terasa asin.

Aliran mata air Klebutan tersebut menuju pantai dan seperti menyatu dengan air laut. Tak hanya warga lokal, pengunjung dan turis pun penasaran dengan air yang menyembul keluar di bibir Pantai Geger tersebut. Ada yang mengambil foto, ada yang mencelupkan kakinya, ada yang membasuh mukanya.

2. Hanya bisa dikunjungi saat air surut

Pantai Geger
Pantai Geger pada awal Mei 2026 (IDN Times/Ayu Afria)

Pantai Geger juga memiliki daya tarik tersendiri. Salah satu jalan menuju pantai ini melewati bawah tebing dan bongkahan batuan besar yang saling menyangga. Jalan ini bisa dilewati ketika air laut sudah surut. Di atas batuan pada jalan ini terdapat Lingga Yoni dan Ganesha, Pura Taman Dalem Pemutih Puri Dane Sedahan.

Selanjutnya, menuju Pantai Geger saat surut memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan tebing yang menakjubkan dan juga bongkahan batu besar yang menarik untuk background foto kalian.

Bentangan pasir putih yang terasa lembut di kaki dan juga suasana tenang. Alangkah baiknya jika kalian yang ingin berkunjung ke pantai ini lebih dulu memperhatikan jadwal pasang surut. Jika kalian ingin menikmati deburan ombak yang indah, maka berkunjunglah saat air pasang.

Namun, jika ingin menikmati Pantai Geger dan juga melihat mata air Klebutan, maka berkunjunglah saat surut. Masuk ke pantai ini per orang akan dikenakan tiket masuk Rp5 ribu di luar tiket kendaraan. Di area pantai ini parkirannya juga cukup rapi. Pemandangan indahnya Pura Geger juga menjadi daya tarik tersendiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Bali

See More