Bangunan SDN 3 Sembung Gede Rusak, Pemkab Tabanan Percepat Perbaikan

- Bangunan SDN 3 Sembung Gede di Tabanan mengalami kerusakan berat pada ruang kelas 4, 5, 6, dan UKS hingga nyaris roboh, dinilai membahayakan keselamatan siswa.
- Pemerintah Kabupaten Tabanan telah mengusulkan revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta menunggu keputusan agar perbaikan segera dilakukan.
- Sambil menunggu perbaikan, kegiatan belajar dialihkan ke perpustakaan dan ruang guru, dengan opsi pembelajaran daring selama proses pembersihan area sekolah.
Tabanan, IDNTimes-Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, hingga nyaris roboh pada Kamis (30/4/2026) lalu. Adapun bangunan yang rusak ini adalah ruang kelas 4, 5, 6 serta ruang UKS.
Berdasarkan hasil penilaian Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan, kondisi fisik bangunan sekolah dikategorikan rusak berat. Kerusakan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan apabila tetap digunakan.
1. Perbaikan tunggu keputusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tabanan mengusulkan penanganan melalui program revitalisasi Sekolah Dasar tahun 2026. Usulan tersebut terverifikasi dan saat ini masih menunggu keputusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pemerintah daerah terus mengawal proses ini agar segera mendapatkan persetujuan, sehingga perbaikan dapat segera dilaksanakan. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
2. Kerusakan mulai terlihat sejak 1,5 tahun lalu

Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana menyebutkan, kerusakan bangunan sebenarnya sudah terjadi sejak lama dan terus meluas. Menurutnya kerusakan awalnya terjadi di ruang kelas 5 sekitar 1,5 tahun lalu. Kemudian mulai merembet ke ruang lainnya sekitar dua bulan terakhir.
"Sebagai langkah antisipasi sejak dua bulan lalu, ruangan yang rusak ini sudah tidak kami gunakan," ujarnya.
Ia melanjutkan, kondisi bangunan yang sudah berusia tua ini dibangun sekitar tahun 1980 dan terakhir direhabilitasi pada 2007 di bagian atap. Selain itu, ambruknya gedung diperparah hujan deras yang mengguyur sebelum kejadian.
3. Siswa memanfaatkan ruangan yang ada untuk belajar

Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan perpustakaan dan ruang guru sebagai kelas sementara.
Pihak sekolah berencana melakukan pembelajaran secara daring sambil menunggu proses pembersihan material bangunan yang roboh. Pembersihan akan dibantu BPBD Tabanan dan direncanakan dilakukan pada Rabu (6/5/2026). "Setelah area sekolah dinyatakan aman, barulah akan diputuskan skema pembelajaran selanjutnya."











![[QUIZ] Uji Pengetahuan Potensi Gempa Megathrust di Bali](https://image.idntimes.com/post/20241217/gempa-vulkanik-600x400-e2b7bf5c8bcbe7023ef3d355b490d1ab.jpg)






