KONI Klungkung Gagas Sirkuit di Bantaran Sungai Unda

- KONI Klungkung menggagas pembangunan sirkuit balap permanen di bantaran utara Tukad Unda untuk menampung antusiasme otomotif dan mengembangkan konsep sport tourism di daerah.
- Keberadaan sirkuit diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang bagi UMKM, serta meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa pendukung di sekitar kawasan.
- Sirkuit ini ditargetkan menjadikan Klungkung sebagai pusat otomotif Bali Timur, menarik sponsor, event besar, serta memperkuat sinergi antara prestasi olahraga dan ekonomi kreatif.
Klungkung, IDN Times - Ketua KONI Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, mendorong pemanfaatan kawasan bantaran utara Tukad Unda sebagai lokasi pembangunan sirkuit balap permanen.
Gagasan ini bertujuan memfasilitasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap olah raga otomotif. Selain itu, rencana ini dirancang sebagai pintu masuk pengembangan sport tourism, yakni konsep wisata berbasis kegiatan olahraga yang diyakini mampu mendatangkan pergerakan ekonomi baru di daerah.
Gung Anom, sapaan akrabnya, melihat setiap ajang balap punya daya tarik besar untuk mendatangkan massa, baik pembalap maupun penonton dari berbagai daerah. Jika terealisasi, sirkuit permanen itu akan membuka peluang digelarnya event otomotif secara rutin di Klungkung.
“Setiap event pasti menghadirkan efek berantai bagi masyarakat. Ribuan orang datang, dan itu jadi peluang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
1. UMKM dan ekonomi lokal berpotensi tumbuh

Ia menilai keberadaan sirkuit akan langsung berdampak pada pelaku usaha kecil. Produk lokal, kuliner khas, hingga kerajinan tradisional berpotensi lebih dikenal karena tingginya mobilitas pengunjung saat event berlangsung.
Tak hanya itu, kawasan sekitar sirkuit diprediksi akan hidup dengan aktivitas ekonomi baru, mulai dari pedagang hingga jasa pendukung lainnya.
2. Okupansi penginapan bisa Ikut terdongkrak

Gung Anom juga menyoroti efek lanjutan pada sektor akomodasi. Kehadiran peserta dari luar daerah diyakini akan meningkatkan tingkat hunian hotel dan penginapan di Klungkung.
“Peserta tidak hanya datang untuk balapan. Mereka butuh tempat tinggal, makan di restoran lokal, dan kemungkinan besar akan berwisata juga,” jelasnya Gung Anom yang juga Ketua DPRD Klungkung.
Menurutnya, kondisi ini bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), yang selama ini masih menjadi tantangan di Klungkung dibanding daerah lain di Bali.
3. Dibidik jadi pusat otomotif Bali Timur

Dengan dukungan infrastruktur permanen, Klungkung dinilai punya peluang besar menjadi pusat kegiatan otomotif di Bali Timur. Selain itu, keberadaan sirkuit juga dapat menarik sponsor serta event berskala besar untuk masuk ke daerah tersebut.
Gung Anom optimistis, kombinasi antara pembinaan atlet melalui KONI dan penguatan ekonomi kreatif bisa berjalan beriringan.
"Selain prestasi olahraga, kami juga membangun ekosistem ekonomi. Sport tourism ini menuju untuk itu,” tegasnya.















![[QUIZ] Uji Pengetahuan Potensi Gempa Megathrust di Bali](https://image.idntimes.com/post/20241217/gempa-vulkanik-600x400-e2b7bf5c8bcbe7023ef3d355b490d1ab.jpg)


