Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Pantai Monggalan Klungkung Masih Menunggu Relokasi

Warga Pantai Monggalan Klungkung Masih Menunggu Relokasi
Warga terdampak abrasi parah Pantai Monggalan. (Dok.IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Rencana relokasi warga terdampak abrasi Pantai Monggalan belum terealisasi karena tarik ulur tanggung jawab antar-OPD dan belum adanya kepastian anggaran dari pemerintah daerah.
  • Dinsos Klungkung menyiapkan lahan untuk rumah deret di Desa Sulang, sementara Dinas PUPR hanya membantu desain serta RAB dengan estimasi biaya sekitar Rp97,2 juta per unit.
  • Terdapat 12 KK terdampak abrasi, tujuh di antaranya prioritas relokasi; Pemkab Klungkung berjanji segera memindahkan mereka demi keselamatan dan hunian yang lebih layak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Klungkung, IDN Times – Nasib warga terdampak abrasi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung masih belum jelas.

Rencana pembangunan rumah deret dari pemerintah daerah (pemda) sampai sekarang belum terealisasi, lantaran belum ada kepastian anggaran dan munculnya tarik ulur tanggung jawab antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Kondisi ini membuat sebagian warga masih bertahan di tempat penampungan sementara, bahkan ada yang menumpang di rumah kerabat.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Klungkung, Gusti Agung Putra Mahajaya, menyebutkan pihaknya hanya bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah deret di kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu, Desa Sulang.

Menurutnya, urusan pembangunan fisik sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Lahan sudah siap dan bisa dibangun untuk warga Kusamba. Tapi pembangunan itu di PU, kami hanya menyiapkan lahannya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

1. Lahan masih memungkinkan dibangun rumah deret

IMG-20260129-WA0111.jpg
Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok.IDN Times/istimewa)

Ia menambahkan, lahan yang tersedia masih memungkinkan untuk pembangunan unit tambahan. Pihaknya telah mengusulkan kepada Bupati Klungkung, I Made Satria; dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, agar desain rumah dibuat seragam dengan bangunan yang sudah ada.

“Supaya terlihat rapi seperti perkampungan, sekaligus bisa jadi pilot project ke depan,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan Dinsos tidak memiliki tenaga teknis untuk pembangunan.

Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, mengungkapkan terdapat 12 kepala keluarga (KK) terdampak abrasi. Dari jumlah tersebut, tujuh keluarga tidak memiliki lahan dan menjadi prioritas relokasi ke rumah deret.

“Saat ini mereka masih ada yang menumpang di rumah kerabat," jelasnya.

2. PUPR sebut hanya membantu desain dan RAB

IMG-20260129-WA0100.jpg
Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara, Kepala Dinas PUPR Klungkung, Made Jati Laksana, menyatakan pihaknya hanya diminta membantu pada tahap perencanaan. PUPR telah menyiapkan desain serta Rencana Anggaran Biaya (RAB), dengan estimasi biaya sekitar Rp97,2 juta per unit rumah.

“Kami diminta bantu desain dan RAB. Untuk pelaksanaan kemungkinan di Dinsos, termasuk anggarannya,” ungkapnya.

Dalam perencanaan awal, terdapat tujuh unit rumah yang disiapkan. Desainnya pun dibuat seragam dengan rumah deret yang sudah ada untuk menghindari kecemburuan sosial.

3. Pemkab Klungkung katanya akan merelokasi warga

IMG-20260129-WA0108.jpg
Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, sebelumnya menjanjikan pemda akan segera merelokasi warga terdampak abrasi. Menurutnya, kondisi di Pantai Monggalan sudah cukup parah, sehingga keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Kami ingin warga segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar memiliki hunian yang layak,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More