Hari Baik Menurut Hindu Bali 26 Juni 2026, Saatnya Mulai Usaha

- Kalender Bali Digital mencatat 26 Juni 2026 sebagai hari amerta gati yang baik untuk memulai usaha dan bercocok tanam, serta amerta dewata untuk berbagai upacara.
- Beberapa hari seperti kala buingrau dan kala caplokan dianggap baik untuk aktivitas tertentu seperti menebang kayu, membuat alat tangkap ikan, namun tidak cocok untuk membangun rumah atau menikah.
- Hari-hari lain seperti sri murti dan taliwangke dinilai baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri serta kegiatan pertanian, sementara uncal balung dianggap kurang baik untuk pekerjaan penting.
Selamat pagi semuanya, bagaimana kabar kalian hari ini? Lekas sembuh untuk kalian yang sedang sakit ya. Menemani masa pemulihan dapat kamu lakukan sambil membaca ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital.
Ada hari amerta gati yang baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. Amerta dewata merupakan hari baik untuk semua upacara. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Apakah semuanya baik? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik memuja leluhur

Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Sri tumpuk adalah hari baik untuk memcari burung atau mepikat. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Kala bancaran artinya baik untuk membuat senjata, taji, pengiris atau pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira. Kala caplokan adalah hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan seperti pancing atau kail, jala, jaring, bubu, dan bahan untuk umpan.
2. Baik membuat tembok pekarangan

Kala ngadeg adalah hari baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, mulai memelihara ayam kurungan, dan membuat empangan atau bendungan. Kala rumpuh merupakan hari tidak baik untuk pindah rumah dan mulai memelihara ternak.
Lebur awu adalah hari baik untuk membangun irigasi. Namun, tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Kala tampak merupakan hari tidak baik untuk dewasa nikah atau perkawinan. Purwanin dina merupakan hari tidak baik sebagai dewasa ayu.
3. Baik mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri

Sri murti adalah hari baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Taliwangke artinya baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun. Hari ini juga baik untuk emperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak.
Titibuwuk artinya baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian dan membuat tangga. Uncal balung adalah hari tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting. Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Buat Sebet, Pratiti: Bhawa.

















