Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Klungkung Uji Coba Mesin Pengolah Sampah dari Australia

Klungkung Uji Coba Mesin Pengolah Sampah dari Australia
TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Pemkab Klungkung mendatangkan tiga mesin pengolah sampah berbasis teknologi pyrolysis dari Australia untuk uji coba satu tahun mulai Mei 2026.
  • Mesin berkapasitas delapan ton per unit ini mampu mengolah sampah campuran hingga residu, menghasilkan abu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.
  • Dalam kerja sama ini, Pemkab menyediakan infrastruktur pendukung sementara pihak swasta menangani penyediaan, operasional, dan pengujian teknologi selama masa uji coba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Klungkung, IDN Times – Kabupaten Klungkung kembali mencoba cara baru untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak di Bali. Kali ini, pemerintah daerah mendatangkan mesin pengolah sampah berbasis teknologi pyrolysis system dari Australia.

Mereka melakukan uji coba selama satu tahun, hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung dan pihak ketiga. Fokus utamanya adalah mencari solusi jangka panjang, terutama untuk menangani sampah residu yang selama ini sulit diolah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin, mengatakan mesin tersebut sudah tiba di Indonesia dan dijadwalkan mulai diuji pada awal Mei 2026.

“Mesinnya sudah datang dan masih di Pelabuhan Tanjung Perak. Rencananya awal Mei mulai diuji coba,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

1. Tiga mesin masing-masing berkapasitas 8 ton per unit

Kondisi TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)
Kondisi TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)

Sebanyak tiga unit mesin masing-masing memiliki kapasitas pengolahan hingga 8 ton sampah. Nantinya, mesin ini akan ditempatkan di pusat pengolahan sampah Kabupaten Klungkung, TOSS Gema Santi.

Saat ini, beban sampah yang masuk ke lokasi tersebut sekitar 35 ton per hari yang berasal dari kawasan perkotaan, pasar, hingga Desa Kusamba.

2. Disebut-sebut bisa olah sampah campuran hingga residu

TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Menariknya, teknologi pyrolysis ini tidak hanya mengolah sampah organik, tapi juga residu jenis sampah yang selama ini paling sulit ditangani. Hasil akhirnya berupa abu yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.

Selama masa uji coba, kerja sama kedua pihak mencakup pemasangan alat, operasional, pemantauan, hingga evaluasi dan pelaporan. Selain itu, juga akan dilakukan sosialisasi serta pelatihan teknis bagi pihak terkait.

3. Pembagian tugas pemkab dan swasta

TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Dalam skema kerja sama ini, Pemkab Klungkung bertanggung jawab menyediakan infrastruktur pendukung seperti hanggar, pasokan listrik, air bersih, hingga kantor operasional. Sementara itu, pihak swasta menangani penyediaan mesin, operasional, hingga pengujian teknologi.

Jika uji coba berjalan sukses, pihaknya kemungkinan akan melanjutkan kerja sama ini secara permanen. Sebelumnya, Pemkab Klungkung sempat kewalahan menangani sampah residu kiriman dari 15 desa ke TOSS Gema Santi. Bahkan, pengiriman sempat dihentikan sementara karena keterbatasan kapasitas pengolahan.

“Semoga uji coba berjalan lancar. Kalau berhasil, tentu akan kita lanjutkan,” kata Dewa Aswin.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More