Tergerus Longsor, Jalan Getakan-Bakas di Klungkung Terancam Putus

- Jalan penghubung Desa Getakan dan Desa Bakas di Klungkung longsor akibat hujan deras, membuat sebagian badan jalan ambrol dan berisiko putus jika tak segera diperbaiki.
- Longsor juga merobohkan tiang lampu serta memaksa pemerintah desa memasang pembatas sementara dan melaporkan kondisi ke pihak kecamatan serta Dinas PUPRPKP Klungkung.
- Dinas PUPRPKP Klungkung menyiapkan penanganan darurat dengan rambu peringatan, police line, dan terpal, serta menjadikan perbaikan jalan ini prioritas dalam anggaran pemeliharaan rutin Rp4 miliar.
Klungkung, IDN Times - Jalur penghubung Desa Getakan dan Desa Bakas di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, mengalami longsor setelah diguyur hujan deras pada Selasa dini hari, 26 Mei 2026. Akibatnya, sebagian badan jalan ambrol dan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Rambu peringatan hingga garis polisi sudah terpasang untuk mencegah kendaraan melintas terlalu dekat dengan titik longsor. Kondisi tanah yang masih labil membuat jalan tersebut berisiko putus apabila tidak segera ditangani.
"Kerusakan jalan tersebut sangat parah, kalau tidak segera ditangani bisa putus," ujar Kepala Dinas PUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Klungkung, I Made Jati Laksana, Kamis (28/5/2026).
1. Longsor dipicu hujan deras dan senderan jebol

Perbekel Desa Getakan, Tjokorda Gde Parwata, mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Senderan di sisi jalan tidak mampu menahan aliran air hingga akhirnya ambrol dan menggerus badan jalan.
“Di sana ada senderan yang longsor. Ada serapan air sehingga aspal terus tergerus,” ujar Tjokorda, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, kondisi tanah di sekitar lokasi masih sangat labil. Bahkan getaran kendaraan yang melintas disebut masih memicu pergeseran tanah.
2. Tiang lampu ikut roboh terbawa longsor

Tidak hanya badan jalan yang rusak, longsor juga menyebabkan tiang penerangan jalan tumbang. Pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan Desa Bakas untuk memasang pembatas sementara agar kendaraan tidak melintas terlalu dekat dengan titik longsor.
Pihak desa juga sudah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah kecamatan hingga Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung agar segera mendapat penanganan.
“Kalau tidak cepat ditangani, jalan ini bisa putus,” ungkapnya.
3. Pemkab Klungkung menyiapkan penanganan darurat

Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi longsor. Berdasarkan hasil pengecekan, longsoran diperkirakan sepanjang sekitar 15m (meter) dengan kedalaman mencapai 20m.
Untuk sementara, petugas memasang rambu peringatan, police line, serta menutup area longsor menggunakan terpal agar tanah tidak semakin terkikis. Perbaikan jalan rencananya akan diupayakan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.
“Tahun ini anggaran pemeliharaan rutin sekitar Rp4 miliar untuk seluruh jalan di Klungkung. Jalan ini menjadi prioritas karena rawan putus,” jelasnya.


















