Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lahan Warga di Buleleng Terbakar Imbas Kemarau, Tak Ada Korban Jiwa

Lahan Warga di Buleleng Terbakar Imbas Kemarau, Tak Ada Korban Jiwa
Kondisi penanganan kebakaran lahan warga di Buleleng. (Polres Buleleng)
Intinya Sih
5W1H
  • Kebakaran lahan kering terjadi di Batugundul, Desa Banjar, Buleleng pada 21 Juli 2026 dan berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar setengah jam tanpa korban jiwa.
  • Petugas gabungan bersama warga sigap memadamkan api yang membakar lahan kosong seluas sekitar dua are milik warga bernama Putu Pastika menggunakan alat manual dan armada damkar.
  • Pihak kepolisian dan BPBD Bali mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi kebakaran saat kemarau serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buleleng, IDN Times - Kebakaran area lahan kering di Buleleng kembali terjadi. Sebelumnya, kebakaran kawasan hutan lindung di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak terjadi pada Sabtu (18/7/2026) berhasil dipadamkan Tim Reaksi Cepat (TRC) berbagai unsur.

Sementara itu, sekitar pukul 12.00 WITA kebakaran lahan kering terjadi di kawasan Batugundul, Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng pada Selasa (21/7/2026). Antara Desa Pemuteran dan Desa Banjar berjarak 42 kilometer, dengan waktu tempuh satu jam menggunakan sepeda motor.

Kapolsek Banjar, Kompol Made Mustiada, seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, membenarkan adanya peristiwa kebakaran itu. Mustiada mengapresiasi sinergi sigap antara aparat dan masyarakat setempat menangani kobaran api. 

“Begitu mendapat informasi dari warga, kami langsung bergerak bersama unsur Muspika, Koramil, Satpol PP, dan Damkar ke titik lokasi. Berkat kerja sama cepat secara manual maupun penanganan lanjutan oleh armada damkar, api berhasil kita padamkan dalam waktu yang cukup singkat,” ujar Mustiada pada Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, jajaran Polsek Banjar menerima laporan warga sekitar terkait munculnya kepulan asap di kawasan Batugundul. Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan melibatkan armada Pemadam Kebakaran Seririt.

Tiba di lokasi kejadian, api tengah melahap rerumputan dan semak kering pada lahan kosong milik warga bernama Putu Pastika (48). Luas area terdampak diperkirakan sekitar 2 are.

Petugas gabungan bersama Kepala Dusun Munduk dan warga sekitar bahu-membahu melakukan upaya melokalisir sebaran api secara manual. Alat seadanya digunakan sambil menunggu datangnya armada damkar.

Tak berselang lama, satu armada damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman api. Setengah jam kemudian, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kembali nyala api.

Mustiada menyampaikan tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kontur tanah berupa batuan yang banyak ditumbuhi rumput dan tanaman semak kering menjadi kendala. Kondisi sebagai dampak kemarau ini menyebabkan api dengan cepat menjalar hingga mencapai kurang lebih 2 are.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang menjadi pemicu kebakaran lahan maupun hutan. Misalnya, membakar sampah sembarangan, membuka lahan dengan cara dibakar, dan membuang puntung rokok sembarangan.

“Segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan adanya titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Kondisi kebakaran lahan kering di tengah kemarau juga telah diperingatkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. 

Potensi munculnya hotspot atau titik potensi kebakaran tidak hanya berasal dari kawasan hutan semata. Teja mengatakan, lahan-lahan ilalang yang secara administratif bukan merupakan kawasan hutan pun berpotensi memunculkan titik panas apabila terjadi kebakaran.

“Lahan ilalang yang bukan hutan juga bisa muncul hotspot kalau terbakar, jadi bukan per kawasan,” kata Teja saat IDN Times menghubunginya Senin (20/7/2026).

Teja meminta agar seluruh masyarakat turut berperan aktif menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran. Terutama di musim kering, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Share Article
Editorial Team

Latest News Bali

See More