50 Karhutla Terjadi di Bali, Buleleng Paling Terdampak

- BPBD Bali mencatat 50 kebakaran hutan dan lahan di lima kabupaten sepanjang 1 Januari–12 September 2026, dengan total area terdampak 202,81 hektare.
- Buleleng menjadi wilayah paling terdampak dengan 161,07 hektare terbakar, meliputi 153,42 hektare hutan lindung dan HPT serta 7,65 hektare lahan pribadi.
- Kemarau berkepanjangan memicu perluasan kebakaran; BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, menyediakan alat pemadam ringan, dan tidak menyalakan api di lahan mudah terbakar.
Buleleng, IDN Times - Musim kemarau lebih panjang di Bali berdampak kepada peningkatan potensi bencana seperti kekeringan, kebakaran lahan, hingga hutan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat ada lima kabupaten di Bali mengalami kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 Januari hingga 12 September 2026.
Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah (Pusdalops PB), Wayan Suryawan, mengatakan ada 50 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas 202,81ha (hektare).
Sederet kejadian kebakaran lahan dan hutan di Bali, Suryawan mengingatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Sebagai upaya kesiapsiagaan dapat menyediakan alat pemadam kebakaran api ringan pada pemukiman dan fasilitas publik lainnya,” ujar Suryawan, pada Sabtu (14/8/2026).
Kabupaten Buleleng adalah wilayah paling terdampak kebakaran hutan dan lahan, dengan total 161,07ha. Terdiri atas hutan lindung dan hutan produksi terbatas (HPT) seluas 153,42ha dan lahan pribadi 7,65ha.
Sementara itu, Kabupaten Karangasem mengalami kebakaran lahan di kawasan Kecamatan Kubu seluas 10,76ha serta Kecamatan Abang 2,10ha lahan kosong.
Kabupaten Klungkung tercatat mengalami kebakaran hutan di kawasan Kecamatan Nusa Penida seluas 15ha kebakaran hutan serta kebakaran lahan kosong di Kecamatan Gunaksa 2ha.
Kabupaten Jembrana tercatat alami kebakaran lahan kosong seluas 8,05ha. Kecamatan Kintamani di Kabupaten Bangli mengalami kebakaran hutan seluas 3,83ha.
Sementara itu, total kebakaran gedung pemukiman di Bali tercatat 282 kejadian dengan total estimasi kerusakan Rp34,74 miliar merusak 273 unit bangunan. Ada tiga wilayah di Bali dengan kebakaran gedung permukiman terbanyak. Mulai dari Denpasar 78 kejadian, Buleleng 71 kejadian, dan Badung 50 kejadian.
Suryawan mengatakan musim kemarau berkepanjangan menjadi satu pemicu meluasnya kebakaran. Sehingga, Ia mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dan menghindari menyulut api pada lahan yang mudah terbakar.


















