Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Hindu Bali 11 September 2026, Saatnya Menggarap Sawah

Kab. Gianyar
Hari Baik Hindu Bali 11 September 2026, Saatnya Menggarap Sawah
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kalender Bali Digital menetapkan Jumat, 11 September 2026, sebagai hari baik untuk menggarap sawah atau kebun serta membuka lahan pertanian baru.
  • Hari ini juga dinilai baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak dan membuat tombak penangkap ikan.
  • Sejumlah aktivitas tidak dianjurkan, termasuk yadnya, perkawinan, memulai pekerjaan, pindah atau bepergian, serta membuat peralatan besi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selamat pagi semuanya, semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu pada Jumat, 11 September 2026 dari Kalender Bali Digital. Mengawali aktivitasmu ada ramalan pamacekan yang baik untuk mengerjakan sawah atau kebun.

Hari ini juga baik untuk membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya atau upacara keagamaan Hindu. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca lebih lanjut di bawah ini.

  1. 1. Baik memelihara ternak

    IMG_8309.jpeg
    Ilustrasi ayam (IDN Times/Yuko Utami)

    Kala upa artinya baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). Kala dangu adalah hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. 

    Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, serta membuat terowongan. Kala temah adalah hari yang tidak baik untuk dewasa ayu. 

  2. 2. Baik membuka lahan pertanian baru

    Ilustrasi sawah (IDN Times/Dwi Agustiar)
    Ilustrasi sawah (IDN Times/Dwi Agustiar)

    Pepedan untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Jadi hari ini merupakan saat terbaik bagi petani untuk bertani.

    Rangda tiga adalah hari yang tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. Pati paten artinya tidak baik untuk melakukan segala yadnya/kerja. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Sida Kasobagian, Pratiti: Separsa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More