Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Denpasar Capai 20 Kasus dalam 10 Hari

Kota Denpasar
Kebakaran Denpasar Capai 20 Kasus dalam 10 Hari
Situasi lokasi kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Denpasar Barat pada hari ke-7 (IDN Times/Ayu Afria)
  • Denpasar mencatat 20 kebakaran pada 1–10 September 2026, didominasi penyebab tak diketahui sebanyak 14 kasus; Denpasar Barat menjadi wilayah terbanyak dengan 13 kejadian.
  • Pemadaman di Denpasar memakai APAR dan total 654.000 liter air, sementara petugas mengimbau warga menjaga lingkungan, tidak membakar sampah, dan tetap waspada.
  • Musim kemarau memperbesar risiko kebakaran di Bali: tercatat 44 kebakaran hutan dan lahan seluas 196,68 hektare serta 225 kebakaran bangunan, menewaskan tiga orang dan merusak 319 unit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Denpasar, IDN Times - Sebanyak 20 kasus kejadian kebakaran terjadi di Kota Denpasar dalam rentang 10 hari, pada 1 -10 September 2026. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menyampaikan sebanyak 14 kejadian tidak diketahui penyebabnya, sebanyak satu kejadian dipicu tabung gas, dan lima kejadian kebakaran karena korsleting listrik.

Dari jumlah kasus tersebut, kejadian kebakaran banyak dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Denpasar Barat sebanyak 13 kasus, di wilayah Denpasar Timur 2 kejadian, wilayah Depasar Utara sebanyak satu kejadian, dan di wilayah Denpasar Selatan sebanyak 4 kejadian.

Dalam kejadian tersebut, pemadaman api dilakukan menggunakan Apar dan air. Selama rentang tersebut, penggunaan air total mencapai 654.000 liter. Jumlah paling sedikit untuk pemadaman di satu lokasi sebanyak 3.000 liter dan paling banyak 60.000 liter air.

"Tetap menjaga lingkungan, disiplin tidak membakar sampah dan tetap waspada," imbaunya, pada Kamis (10/9/2026).

Kebakaran
Kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Denpasar Barat pada Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Ayu Afria)

Sementara itu, Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, mencatat sejumlah kejadian rentang 1 Januari hingga 9 September 2026 akibat musim kemarau yang berlangsung lebih panjang, lebih kering, dan dengan suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan potensi beberapa kejadian, terutama kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran pemukiman. Tercatat sebanyak 44 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas 196,68ha (hektare), dengan rincian sebagai berikut:

  • 15ha kebakaran hutan di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung
  • 2ha kebakaran lahan kososng di Kecamatan Gunaksa, Kabupaten Klungkung
  • 6,63ha lahan pertanian dan lahan kosong di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem
  • 2,10ha lahan kosong di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem
  • 159,07ha kebakaran Hutan di Kabupaten Buleleng
  • 8,05ha kebakaran lahan kosong di Kabupaten Jembrana
  • 3,83ha kebakaran hutan di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
  • 10 are kebakaran di TPST 3R Culik, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem
  • Kebakaran di TPST3R Tejakula, Kabupaten Buleleng
  • 2 are kebakaran di TPA Suwung Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Sanggaran, Kecamatan Denpasar Selatan
  • Kebakaran gedung dan permukiman di Kota Denpasar sebanyak 45 kejadian; di Kabupaten Badung sebanyak 41 kejadian, di Kabupaten Tabanan sebanyak 5 kejadian, di Kabupaten Jembrana sebanyak 14 kejadian, di Kabupaten Buleleng sebanyak 66 kejadian, di Kabupaten Gianyar sebanyak 8 kejadian, di Kabupaten Bangli sebanyak 12 kejadian, di Kabupaten Klungkung sebanyak 13 kejadian, dan di Kabupate Karangasem sebanyak 21 kejadian. Dalam kejadian tersebut total kebakaran gedung pemukiman sebanyak 225 kejadian dengan total estimasi kerusakan mencapai Rp11.699.550.000. Sebanyak 319 unit bangunan rusak, 3 orang korban meninggal dunia dan 7 orang korban luka.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More