Alasan Mengapa Orang Lebih Produktif Malam Hari Ketimbang Siang

- Kopi Zeen di Kuta jadi pilihan populer bagi night owl karena buka 24 jam, mudah dijangkau, dan punya suasana kondusif untuk kerja malam.
- Banyak pengunjung memilih bekerja malam di luar rumah agar lebih fokus dan tidak tergoda tidur, seperti pengalaman Dimas yang merasa lebih produktif di malam hari.
- Psikolog menjelaskan perbedaan jam biologis tiap individu memengaruhi waktu produktivitas, serta pentingnya memisahkan ruang kerja dan istirahat agar tetap fokus.
Badung, IDN Times - Biasanya masyarakat atau anak muda lebih produktif di malam hari ketimbang waktu siang. Mereka akan kesulitan mencari tempat atau kafe buka 24 jam yang bisa untuk nongkrong sambil bekerja. Tidak terkecuali di wilayah Kuta, menemukan lokasi untuk mendukung produktivitas malam hari menjadi keberuntungan yang langka.
Komputer, dan segelas kopi di malam hari di tempat yang kondusif menjadi pilihan tersendiri bagi para night owl. Tapi, tenang aja. Ini ada rekomendasi kafe 24 jam di Kuta buat kamu yang pengin nongkrong lama sambil kerja. Berikut ini selengkapnya.
Kafe 24 jam di Kuta ini jadi alternatif night owl

Berdasarkan pengalaman IDN Times, satu alternatif tempat untuk mendukung produktivitas malam hari ini berada di area komplek Pertokoan Central Park, Jalan Patih Jelantik yang bernama Kopi Zeen. Tempat ini mudah dijangkau, dan parkirnya juga mudah. Banyak spot tempat duduk yang bisa dipilih, serta terdapat ruangan ber-AC dan lebih kondusif untuk kerja yang membutuhkan fokus. Lokasi ini juga mendapatkan bintang 4.8 dari 7.167 reviewer di Google.
Seorang pelanggan, Dimas, lebih suka suasana malam di luar rumah atau ruangan untuk mendukung produktivitasnya. Ia beralasan, bekerja malam hari di rumah cenderung tergoda untuk tidur, dan pekerjaannya jadi tidak selesai sesuai target. Aktivitasnya di siang hari tidak seproduktif malam. Ia rela menggadaikan jam tidurnya hanya untuk memaksimalkan produktivitasnya. Ritme aktivitas tersebut sudah ia jalani sejak kuliah di Malang.
"Enak aja sih kalau di luar. Suntuk soalnya (di rumah)," ungkapnya, pada Senin (4/5/2026).
Kata tukang parkir di lokasi, tempat nongkrong di sini memang selalu ramai saat malam hari, baik mereka yang hanya nongkrong atau sambil bekerja. Bahkan hampir setiap hari padat pengunjung hingga menjelang subuh.
Setiap individu memiliki jam biologis berbeda

Menurut Psikolog Klinis Bali Bersama Bisa, Ni Luh Putu Diah Putri Rahayu, alasan mengapa ada orang lebih fokus di malam hari karena setiap individu memiliki jam biologis yang berbeda. Ada yang lebih segar dan produktif di pagi hari, tapi ada juga yang justru merasa lebih hidup di malam hari.
"Hal ini wajar. Bagi sebagian individu, malam hari lebih minim distraksi dan gangguan. Maka merasa lebih tenang, juga lebih mudah berkosentrasi," ungkapnya.
Ia menyarankan harus ada batasan antara tempat istirahat dan kerja

Bekerja dari rumah atau kamar kos justru bisa bikin kurang fokus, dan ini menjadi penyebab seseorang lebih memilih kerja remote dari titik-titik yang mereka mau. Hal ini berkaitan dengan lingkungan yang bisa memengaruhi fokus seseorang. Ketika bekerja di rumah atau kamar kos, sering kali batasan antara tempat istirahat dan tempat kerja jadi tidak jelas.
Selain itu, distraksi di rumah biasanya lebih banyak dan ada hal-hal kecil yang mengalihkan perhatian. Sehingga fokus dan produktivitasnya menurun.
"Sebenarnya produktivitas itu sangat personal. Jadi tidak ada cara yang benar atau salah dalam memilih jam kerja maupun tempat bekerja. Hal terpenting adalah dapat memahami dan menciptakan lingkungan yang paling mendukung untuk tetap nyaman, fokus, dan produktif," kata Diah.


















