Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fakta Unik Jeliteng, Singo Barong Reog Ponorogo Terbesar di Bali

Fakta Unik Jeliteng, Singo Barong Reog Ponorogo Terbesar di Bali
Jeliteng, Reog Ponorogo hitam dan terbesar di Bali saat ini (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya Sih
  • Jeliteng, Barongan Reog Ponorogo berwarna hitam karya Yunus Hari Warsito, menjadi Barongan terbesar di Bali dan dibuat hanya dalam waktu 10 hari pada Mei 2026.
  • Barongan ini menggunakan bahan kayu Dadap, kulit kambing hitam dari Ponorogo, serta rambut ekor sapi hitam untuk menciptakan tampilan gagah dan mistis.
  • Dengan tinggi 78 sentimeter dan berat sekitar 85 kilogram, Jeliteng dipasangkan dengan Dadak Merak berukuran raksasa yang siap memukau penonton saat pertunjukan Reog Ponorogo di Bali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Badung, IDN Times - Empat Singo Barong atau Barongan dijajar di ruangan terletak di Jalan Kayu Sugih Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (23/5/2026) malam. Di depannya tersuguh pisang, kelapa, bunga dan dupa yang diletakkan di sebuah nampan bambu.

Salah satu dari Barongan tersebut terlihat sangat unik. Warnanya hitam kelam, ukurannya lebih besar dari pada yang lainnya sehingga menimbulkan kesan gagah, mistis dan garang, bahkan sebelum disatukan dengan Dadak Merak untuk kemudian ditarikan.

1. Terbesar di Bali, dibuat Yunus Warsito

Reog Ponorogo
Penanggung jawab Kridho Manggolo Bali, Yunus Hari Warsito (IDN Times/Ayu Afria)

Penanggung jawab Kridho Manggolo Bali, Yunus Hari Warsito mengatakan, barongan hitam tersebut ia beri nama Jeliteng atau dalam bahasa Indonesia berarti hitam. Jeliteng merupakan Barongan ketiga buatannya yang digarap hanya dalam waktu 10 hari pada Mei 2026 ini.

Itu sekaligus menjadi Barongan terbesar di Bali di antara 12 Barongan pada pertunjukan Reog Ponorogo lainya yang ada di Bali.

"Saya yang buat. Kebetulan buatan kita terbaru, satu-satunya Barongan hitam atau Reog hitam satu-satunya yang ada di Provinsi Bali untuk saat ini. Kami kasih nama Jeliteng," terangnya.

2. Bahan baku digunakan

Reog Ponorogo
Jeliteng, Reog Ponorogo hitam dan terbesar di Bali saat ini (IDN Times/Ayu Afria)

Yunus menggunakan bahan kayu Dadap dengan pertimbangan serat kayunya teratur sehingga mudah dipahat dan dibentuk. Selain itu, kayu Dadap tidak mudah retak dan ringan saat kering.

Kemudian dilakukan pemasangan kulit, berupa kulit kambing hitam yang didatangkan langsung dari Ponorogo, dilanjutkan pengecatan dan pemasangan dekorasi. Rambut Barongan juga diambil dari ekor sapi yang berwarna hitam.

Keputusan membuat Barongan hitam ini karena Yunus menghendaki bentuk barongan yang berbeda. Secara keseluruhan Jeliteng memiliki ukuran 78 sentimeter dengan berat mencapai sekitar 85 kilogram setelah dipasangi Dadak Merak.

Dengan ukuran tersebut, Jeliteng hingga saat ini menjadi Barongan Reog Ponorogo terbesar di Bali. "Dikirim dari Ponorogo langsung. Asli warnanya hitaam, tidak ada pengecatan," ungkapnya.

3. Perawatan mudah

Reog Ponorogo
Jeliteng, Reog Ponorogo hitam dan terbesar di Bali saat ini (IDN Times/Ayu Afria)

Perawatan Barongan ini juga terbilang mudah, setiap minggu Barongan akan dikeluarkan untuk mendapatkan cahaya matahari sehingga tidak lembab. Kemudian cukup disimpan di suhu ruang.

Selain Jeliteng, Dadak Merak yang juga diklaim terbesar di Bali saat ini berada diukuran tinggi 240 sentimeter dan lebar 260 sentimeter, lebih besar dari ukuran standarnya. Dadak merak terbesar dan Barongan hitam tersebut menjadi pasangan yang siap membuat orang terkesima saat pentas Reog Ponorogo.

Share Article
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Bali

See More