- KDMP Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur (1.136 anggota)
- KDMP Gubung, Kecamatan Tabanan (65 anggota)
- KDMP Tunjuk, Kecamatan Tabanan (391 anggota)
- KDMP Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur (187 anggota)
- KDMP Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (26 anggota)
- KDMP Jegu, Kecamatan Penebel (20 anggota)
- KDMP Perean, Kecamatan Baturiti (201 anggota)
- KDMP Kerambitan, Kecamatan Kerambitan (157 anggota)
- KDMP Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur (36 anggota)
- KDMP Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat (153 anggota)
- KDMP Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat (86 anggota)
- KDMP Wanasari, Kecamatan Tabanan (44 anggota)
- KDMP Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat (46 anggota)
- KDMP Subamia, Kecamatan Tabanan (51 anggota)
- KDMP Padangan, Kecamatan Pupuan (70 anggota)
- KDMP Apuan, Kecamatan Baturiti (43 anggota)
- KDMP Luwus, Kecamatan Baturiti (75 anggota)
- KDMP Delod Peken, Kecamatan Tabanan (65 anggota)
- KDMP Kelating, Kecamatan Kerambitan (127 anggota)
- KDMP Sangketan, Kecamatan Penebel (36 anggota)
- KDMP Beraban, Kecamatan Selemadeg Timut (65 anggota)
- KDMP Tenggallinggah, Kecamatan Penebel (20 anggota)
- KDMP Megati, Kecamatan Selemadeg Timur (72 anggota)
- KDMP Belatungan, Kecamatan Pupuan (99 anggota)
- KDMP Dajan Peken, Kecamatan Tabanan (140 anggota)
- KDMP Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat (39 anggota)
- KDMP Batungsel, Kecamatan Pupuan (44 anggota)
- KDMP Pejaten, Kecamatan Kediri (58 anggota)
- KDMP Manikyang, Kecamatan Selemadeg (55 anggota)
29 KDMP Beroperasi di Tabanan, Total Anggota 3.607 Orang

- Sebanyak 29 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi di Tabanan dengan total 3.607 anggota dari 133 KDMP yang sudah berbadan hukum dan aktif.
- KDMP yang beroperasi memiliki minimal satu gerai usaha, seperti sembako, simpan pinjam, bibit padi, obat pertanian, hingga gas LPG di berbagai kecamatan Tabanan.
- Pembangunan fisik gerai baru mencapai sembilan unit pada tahun 2026, dengan tiga unit selesai dan sisanya masih dalam proses karena kendala lahan strategis.
Tabanan, IDNTimes- Sebanyak 29 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi di Kabupaten Tabanan. Dari jumlah koperasi ini tercatat sebanyak 3.607 orang anggota.
Adanya anggota menjadi salah satu syarat dalam pembentukan koperasi. Salah satu fungsi dari anggota adalah pemupukan modal lewat simpanan wajib dan sukarela yang nantinya digunakan untuk pembukaan usaha koperasi.
Kepala Bidang Koperasi Pengawasan Penilaian Pembinaan Kelembagaan (Kabid KP3K) DInas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Tabanan, Ni Nyoman Rusmini mengatakan, Tabanan memiliki 133 KDMP yang sudah aktif. Dari 133 ini, baru 29 yang beroperasi.
"Masing-masing KDMP ini sudah punya anggota karena memang salah satu syarat mendapatkan akta pendirian adalah memiliki anggota minimal sembilan orang," ujarnya, Selasa (26/5/2026).
1. KDMP beroperasi sudah memiliki gerai usaha

Rusmini lebih lanjut memaparkan mengenai perbedaan KDMP aktif dan KDPM yang masuk kategori beroperasi. Untuk KDMP yang aktif artinya sudah berbadan hukum dan sudah menjalankan Rapat Akhir Tahunan.
"Untuk di Tabanan 133 KDMP sudah berbadan hukum dan sudah menjalani RAT tahun ini," ujarnya.
Sementara KDMP yang beroperasi artinya memiliki gerai usaha minimal satu jenis usaha. Untuk ini baru 29 KDMP dari 133 KDMP di Tabanan yang sudah memiliki gerai usaha.
Sementara sisanya sedang mengumpulkan modal dan sedang merancang gerai usaha yang cocok dijalankan di desa masing-masing.
Gerai usaha yang dijalankan 29 KDMP di Tabanan rata-rata gerai sembako, simpan pinjam, penjualan bibit padi, obat-obatan pertanian, dan gerai gas LPG.
2. Daftar KDMP di Tabanan sudah beroperasi dan jumlah anggotanya

Diketahui, 29 KDMP saat ini sudah beroperasi di Tabanan beserta jumlah anggotanya antara lain
3. Pembangunan gerai fisik di Tabanan baru 9 unit

Rusmini melanjutkan, KDMP di Tabanan rata-rata masih kesulitan menyiapkan lahan untuk pembangunan fisik gerai usahanya. Secara umum syarat lahan untuk pembangunan fisik gerai adalah lokasi strategis di pinggir jalan dengan luasan 10 are serta dekat dengan fasilitas seperti PLN dan PDAM.
Saat ini di Tabanan baru sembilan unit pembangunan fisik gerai digelar 2026. Dari total itu, tiga di antaranya sudah selesai dan sisanya masih dalam pembangunan.
"Kami dari dinas terus membantu mendata soal lahan ini dan tentu saja mendorong KDMP yang sudah aktif untuk beroperasi menjalankan gerai usaha," ujar Rusmini.


















