Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah SD Minim Siswa di Karangasem, Guru Lebih Banyak dari Murid

Kisah SD Minim Siswa di Karangasem, Guru Lebih Banyak dari Murid
Suasana di SD N 6 Bhuana Giri yang minim siswa(Dok. Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • SDN 6 Bhuana Giri di Karangasem kembali tanpa murid baru, hanya empat siswa aktif dengan jumlah guru lebih banyak dari siswanya.
  • Minimnya anak usia sekolah akibat banyak warga merantau membuat DPRD Karangasem mengusulkan penggabungan sekolah agar pembelajaran lebih efektif.
  • Disdikpora Karangasem menyatakan usulan penggabungan sekolah masih dikaji karena perlu mempertimbangkan aspek pelayanan pendidikan dan kondisi masyarakat sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Karangasem, IDN Times - Suasana tahun ajaran baru biasanya identik dengan tawa anak-anak yang berlarian di halaman sekolah. Namun, pemandangan itu tak terlihat di SD Negeri 6 Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Saat sekolah lain sibuk menyambut peserta didik baru melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SDN 6 Bhuana Giri justru kembali menjalani tahun ajaran tanpa satu pun murid baru. Kini, hanya empat siswa yang masih belajar di sekolah tersebut. Tahun ajaran 2026/2027 menjadi tahun keempat berturut-turut SDN 6 Bhuana Giri tidak menerima peserta didik baru.

Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, mengatakan saat ini sekolah hanya memiliki empat siswa aktif. Dua siswa duduk di kelas III, sementara dua lainnya berada di kelas VI. Adapun kelas I, II, IV, dan V sama sekali tidak memiliki murid.

"Ya, tahun ini kami kembali tidak mendapat siswa baru," ujar Suartika, Rabu (15/7/2026).

Bahkan, jumlah tenaga pendidik di sekolah tersebut justru lebih banyak dibandingkan jumlah siswanya. SDN 6 Bhuana Giri memiliki tujuh tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari empat guru kelas, satu guru olahraga, satu guru agama, serta seorang kepala sekolah.

Kondisi ini membuat sekolah harus mengatur pembagian jam mengajar agar seluruh guru tetap dapat menjalankan tugasnya.

1. Penduduk semakin sedikit, anak usia sekolah pun ikut berkurang

IMG-20260713-WA0065.jpg
Suasana di SD N 6 Bhuana Giri yang minim siswa(Dok. Istimewa)

Sepinya siswa ternyata bukan karena sekolah berhenti mencari peserta didik baru. Menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari kondisi wilayah. Di sekitar sekolah hanya terdapat sekitar 50 kepala keluarga. Sebagian besar warga usia produktif telah merantau ke Denpasar, sementara yang masih tinggal didominasi warga lanjut usia.

Akibatnya, jumlah anak usia sekolah di kawasan tersebut terus menurun. Selain itu, keberadaan beberapa sekolah lain yang lokasinya tidak jauh dari SDN 6 Bhuana Giri juga membuat sebagian orang tua memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain.

Meski demikian, pihak sekolah belum menyerah. Mereka berencana mengintensifkan sosialisasi pada tahun depan dengan harapan setidaknya ada siswa baru yang mendaftar agar sekolah tetap bisa bertahan.

"Kami berharap tahun depan ada siswa yang mendaftar sehingga sekolah ini tetap bisa bertahan dan terus memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat," kata Suartika.

2. DPRD usulkan sekolah digabung

IMG-20260710-WA0137.jpg
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira. (Dok. Istimewa)

Kondisi sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit ikut menjadi perhatian DPRD Karangasem. Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengusulkan agar sekolah yang selama beberapa tahun kekurangan siswa sementara digabung dengan sekolah lain yang lokasinya berdekatan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif sekaligus membantu mengatasi persoalan kekurangan guru di Karangasem.

"Saya usulkan untuk digabung proses belajarnya untuk sementara, sembari mencari jalan keluar terbaik ke depannya. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Kadis Pendidikan," ujar Sudira, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai saat ini terdapat kondisi yang tidak seimbang. Ada sekolah yang gurunya lebih banyak daripada siswanya, sementara di sekolah lain justru jumlah guru masih kurang.

3. Disdikpora akan kaji lagi usulan penggabungan sekolah

IMG-20260713-WA0066.jpg
Suasana di SD N 6 Bhuana Giri yang minim siswa(Dok. IDN Times/ Istimewa)

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Karangasem, I Made Adriana Putra, mengatakan wacana tersebut memang muncul, namun belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.

Menurutnya, penggabungan sekolah harus melalui kajian yang matang karena menyangkut banyak aspek, mulai dari pelayanan pendidikan hingga kondisi masyarakat di sekitar sekolah.

"Memang ada gagasan untuk menggabungkan sekolah yang mendapat siswa sedikit, tapi hal tersebut harus dikaji dengan matang dulu," ujar Adriana.

Share Article
Editorial Team

Latest News Bali

See More