Polres Badung Buru WNA Pelaku Keributan di Restoran

Polres Badung menyelidiki keributan di restoran yang melibatkan sejumlah WNA dan menyebabkan beberapa pengunjung luka-luka pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026.
Keributan dipicu kesalahpahaman antar WNA di meja berbeda, diperparah pengaruh alkohol hingga terjadi pelemparan gelas kaca yang memicu perkelahian dan kerusakan puluhan peralatan restoran.
Penyelidikan masih berlangsung dengan pemeriksaan saksi, analisis CCTV, serta koordinasi bersama pihak imigrasi; belum ada tersangka ditetapkan sementara lokasi dinilai tidak representatif menampung lebih dari 100 orang.
Badung, IDN Times - Kepolisian Resor (Polres) Badung masih mendalami kasus keributan yang menyebabkan sejumlah pengunjung restoran mengalami luka-luka. Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba mengatakan, kejadian dilaporkan terjadi di restoran Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, pada Jumat (22/5/2026) pukul 01.40 Wita. Hingga kini, penyelidikan terus dilanjutkan dan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya.
"Diduga keributan yang terjadi antara WNA akibat kesalahpahaman sesama pengunjung dan pengaruh alkohol," ungkapnya pada Senin (25/5/2026).
1. Keributan bermula dari perselisihan tamu restoran

AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan kejadian bermula saat salah satu tamu WNA yang duduk di meja L302 cekcok dengan tamu di meja L303. Saat itu di meja L302 terdapat sekitar 7 orang WNA, dan di meja L303 sebanyak 5 orang WNA. Perselisihan keduanya kemudian menarik tiga orang WNA di meja D11 dan menghampiri kedua belah pihak. Pihak keamanan berupaya melerai keributan tersebut, namun salah satu WNA di meja L302 memicu ketegangan dengan melemparkan gelas kaca hingga mengenai pelipis salah satu tamu dari meja D11.
"Merasa dirinya dilempar gelas, tamu meja D11 mendekat ke arah meja L302 untuk melakukan balasan sehingga terjadilah keributan," ungkapnya.
2. Kepolisian belum mengamankan pelaku keributan

Kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan petugas melakukan olah TKP. Berbekal rekaman CCTV, kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka. Sejumlah barang rusak meliputi 89 buah gelas pendek, 68 buah gelas shutter, 20 buah gelas highball panjang, 5 buah gelas highball pendek, dan 15 buah carafe besar.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut, dan berkoordinasi dengan pihak imigrasi," ungkapnya.
3. Restoran dinilai kurang representatif

Berdasarkan pengecekan pengunjung saat kejadian yang reservasi sebanyak 76 orang. Namun saat acara DJ berlangsung, pengunjung mencapai 103 orang yang duduk di 17 meja. Sedangkan tamu yang keluar masuk diperkirakan mencapai 462 orang.
Hasil olah TKP diketahui tempat tersebut kurang representatif jika diisi pengunjung lebih dari 100 orang. Di ruangan yang berukuran lebih kurang 20x30 meter dengan 41 meja dan bar.














![[QUIZ] Keinginan Terpendam di Bali, Ini Tokoh The WONDERfools Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260521/g-jyw83xkaabtde_728da86f-da49-42f6-9f64-13120c89cfdb.jpg)
![[QUIZ] Pilih Destinasi Wisata Bali, Inilah Bestie Kamu di BABYMONSTER!](https://image.idntimes.com/post/20260507/clipdown_7263db7b-4f6f-44bb-a539-75e184e3fed3.jpg)


