Tim eSport Denpasar Mewakili Polda Bali di Kapolri Cup

- Tim Esport Denpasar, Tim Neyza, terpilih mewakili Polda Bali di ajang nasional Kapolri Cup 2026 setelah menjuarai kompetisi Kapolda Cup yang diikuti 27 tim.
- Wakapolda Bali menilai antusiasme pemuda terhadap Esport sangat tinggi dan berencana menjadikan turnamen ini agenda rutin untuk mendekatkan Polri dengan generasi muda.
- Kapolri Cup digelar bukan sekadar lomba, tetapi sebagai wadah pembinaan karakter positif generasi muda agar berprestasi dan beretika di dunia digital.
Denpasar, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengumumkan perwakilan Tim eSport Denpasar sebagai atlet yang akan mewakili Polda Bali dalam kompetisi nasional Kapolri Cup pada Agustus 2026 mendatang. Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Made Astawa, mengatakan Tim Neyza keluar sebagai juara pertama di antara 27 tim yang bertanding selama dua hari pada 18-19 Juli 2026 lalu di Mapolda Bali. Juara kedua disusul oleh Tim eSport Kungkung, dan Tim eSport Tabanan.
Kompetisi ini diakui baru pertama kali diselenggarakan oleh Polda Bali, yang dikemas dalam agenda Kapolda Cup. Animo pemuda Bali dalam perlombaan eSport sangat tinggi. Pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menyelenggarakan Esport ini secara rutin.
"Kehadiran ini untuk mendekatkan diri kepada generasi muda agar mereka berprestasi, berinovasi, dan mempunyai kebanggaan ke depan sebagai anak muda 2045, sebagai bonus demografi. Kita siapkan dari sekarang," jelasnya.

Perwakilan Tim eSport Denpasar, Tim Neyza, Putu Agus Aditya Juniarta alias Romi (19), asal Klungkung menyampaikan kekompakan tim dan latihan bersama menjadi kunci dalam sebuah pertandingan. Setidaknya memerlukan 12 jam untuk main bersama dengan grupnya yang beranggotakan enam orang.
Agenda main bareng ini telah menjadi rutinitas, karena ia berkomitmen menjadi atlet eSport. Timnya mengaku siap bertanding pada Kapolri Cup, bulan depan.
"Sering main bareng, main dari pagi sampai malam. Kumpul sih. Kita harus bersama-samalah," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kapolri Cup eSport 2026, Brigjenpol Ahmad Yusep Gunawan, menjelaskan jumlah generasi muda Indonesia saat ini mendominasi sebagai pemain game. Polri berperan memastikan bahwa generasi muda beraktivitas aman di ruang digital dan mendapatkan pembinaan karakter yang positif baik bersifat kebangsaan, nasionalisme, Pancasila, taat hukum serta memahami budaya, etika bangsa dan susila yang menjadi kehormatan bangsa Indoenesia.
"Kapolri melaksanakan turnamen bukan untuk sekadar menyelenggarakan turnamen eSport, tetapi untuk membantu pemangku kepentingan bersama-sama komunitas dan ekosistemnya sehingga para generasi muda yang mempunyai hobi, gamer ataupun digital dapat kita salurkan untuk menjadi atlet," katanya.

















