Warga Tabanan Waspada, September-Desember Musim Kawin King Kobra

- Dalam tiga bulan terakhir, 18 King Kobra dievakuasi dari permukiman Tabanan, dengan panjang terbesar mencapai 4,7 meter.
- Kemunculan diperkirakan meningkat pada September-Desember saat King Kobra mencari sarang dan pasangan, bahkan dapat berlanjut hingga Januari ketika sebagian telur menetas.
- King Kobra kerap masuk permukiman saat mengejar reptil lain sebagai mangsa; warga diminta tidak menangkap atau mengganggu, lalu melapor agar dievakuasi aman.
Tabanan,IDN Times - Dalam rentang tiga bulan terakhir, sebanyak 18 ekor ular jenis King Kobra dievakuasi dari kawasan perumahan yang ada di Kabupaten Tabanan. Warga sendiri diminta waspada akan keberadaan ular ini. Terlebih, September-Desember merupakan musimnya King Kobra bergerak mencari sarang dan pasangan.
"Kemunculan King Kobra diprediks meningkat memasuki September hingga Desember. Pada periode tersebut, ular banyak bergerak untuk mencari sarang dan pasangan. Kondisi ini bahkan dapat berlangsung hingga Januari, ketika sebagian telur mulai menetas," ujar Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, Selasa (22/9/2026).
1. King kobra yang dievakuasi panjangnya bisa mencapai 4,7 meter

Proses evakuasi King Kobra di salah satu kawasan perumahan Tabanan (facebook.com/dewiular.astrid) Astridayanti mengatakan kemunculan King Kobra di kawasan permukiman Tabanan belakangan ini semakin sering terjadi. Tiga bulan terakhir, ada 18 ekor King Kobra telah berhasil dievakuasi. Panjangnya ada yang mencapai 4,7 m (meter).
Musim kawin King Kobra umumnya berlangsung sekitar Juli, Agustus, hingga September. Namun peningkatannya bisa terjadi pada September hingga Desember. Pergerakan ular pada periode ini membuat satwa ini lebih sering terlihat di sekitar permukiman warga.
“Selama ini lokasi penangkapan cukup dominan di permukiman warga. Ada yang ditemukan di kamar, di bawah tempat tidur, depan rumah, hingga halaman,” kata Astidayanti.
2. Ular masuk pemukiman warga karena mengejar mangsanya

Proses evakuasi King Kobra di salah satu kawasan perumahan Tabanan (facebook.com/dewiular.astrid) Penemuan King Kobra di pemukiman ini tidak selalu berkaitan dengan keberadaan makanan di rumah warga. King Korba diketahui memangsa sesama reptil, terutama ular lainnya. Sehingga terkadang kerap masuk ke kawasan permukiman ketika mengejar mangsanya.
"Penemuan King Kobra di pemukiman warga Tabanan menyebar di sejumlah kecamatan. Seperti di Tabanan, Marga, Penebel, Baturiti, Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat," ujar Astridayanti.
Satu proses evakuasi yang cukup sulit dilakukan di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Ular ditemukan berada di dalam gorong-gorong air. Tim evakuasi bahkan sempat melibatkan petugas pemadam kebakaran untuk membantu mengeluarkan ular dari gorong-gorong.
Namun, upaya tersebut tidak langsung instan, karena ular tersangkut di lubang kecil. Setelah 5,5 jam, evakuasi ular ini baru berhasil dilakukan.
3. Warga diimbau untuk tidak menangkap King Kobra sendiri

Proses evakuasi King Kobra di salah satu kawasan perumahan Tabanan (facebook.com/dewiular.astrid) Astridayanti mengatakan, seluruh ular hasil evakuasi dibawa ke yayasan untuk mendapatkan penanganan dan dikonservasi. Langkah tersebut dilakukan agar ular tidak kembali membahayakan warga, sekaligus menjaga keberadaan satwa tersebut di alam.
Ia juga mengimbau warga agar tidak panik ketika menemukan King Kobra. Warga diminta tidak mencoba menangkap, mengejar, atau mengganggu ular tersebut karena dapat memicu tindakan defensif.
“Kalau melihat King Kobra, jangan panik dan jangan diganggu. Segera laporkan kepada kami agar bisa dievakuasi dengan aman,” ujarnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















![[QUIZ] Menolak Lupa Jejak Pembantaian Massal 1965-1966 di Bali](https://image.idntimes.com/post/20240930/img-20240930-wa0014-7f91e6ac96809a3b31a5e7e49d82f79a.jpg)
![[OPINI] Refleksi Peristiwa 65 dan Ketergantungan Pariwisata Bali](https://image.idntimes.com/post/20240927/whatsapp-image-2024-09-27-at-223431-85e5f66c552112cdb4fe65679fd0d657.jpeg)
![[OPINI] Misteri di Balik Lubang Buaya, Kontroversi G30S](https://image.idntimes.com/post/20240927/whatsapp-image-2024-09-27-at-222845-788070e62cabb1a6a752d01b1753c97a.jpeg)
