Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Limfoma Mengintai Diam-Diam, Pasien di Tabanan Datang Stadium Lanjut

Kab. Tabanan
3 min read
Limfoma Mengintai Diam-Diam, Pasien di Tabanan Datang Stadium Lanjut
ilustrasi pasien stroke (freepik.com/freepik)
  • RSUD Tabanan mencatat sekitar lima kasus limfoma per bulan, menjadikannya kanker darah terbanyak kedua; 85 persen kasus yang ditangani merupakan limfoma Nonhodgkin.
  • Limfoma dapat dipicu faktor genetik serta infeksi virus atau bakteri, termasuk Epstein-Barr, H. pylori, hepatitis C, dan kondisi daya tahan tubuh rendah seperti HIV.
  • Karena stadium awal sering tanpa gejala, pasien kerap datang pada stadium lanjut; kasus ditemukan pada usia 20–30 tahun dan 60–70 tahun, dengan terapi utama kemoterapi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tabanan, IDN Times - Limfoma adalah jenis kanker darah yang bermula pada sistem limfatik atau kelenjar getah bening. Kasus Limfoma di Rumah Sakit Tabanan Umum Daerah (RSUD) Tabanan tercatat lima kasus setiap bulan. Kanker jenis ini menduduki peringkat dua terbanyak untuk jenis kanker darah di RSUD Tabanan.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Tabanan, dr I Made Duwi Sumohadi SpPD-KHOM, mengatakan selain karena adanya genetik kanker,satu pencetus kanker limfoma adalah infeksi virus dan bakteri seperti Epstein-Barr, H. pylori atau hepatitis C.

"Kanker ini juga sering dikaitkan dengan infeksi virus maupun bakteri yang menginfeksi pasien dengan daya tahan tubuh rendah seperti HIV," kata Duwi, Jumat (2/10/2026).

  1. 1. Kanker limfoma dibagi atas dua jenis

    ilustrasi limfoma (freepik.com/wayhomestudio)
    ilustrasi limfoma (freepik.com/wayhomestudio)

    Duwi melanjutkan, Limfoma dibagi atas dua jenis yaitu lLmfoma Hodgkin dan Limfoma Nonhodgkin. Untuk kasus limfoma yang ditangani di RSUD Tabanan, 85 persennya masuk ke dalam limfoma Nonhodgkin.

    Perbedaan keduanya terlihat dari jenis sel limfosit yang diserang kanker. Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan jaringan menggunakan mikroskop.

    "Limfoma adalah jenis kanker darah yang biasanya menyerang sel darah putih di kelenjar getah bening. Sehingga umumnya kanker ini berada di areal leher maupun ketiak," jelas Duwi.

    Limfoma Nonhodgkin lebih sering terjadi dan umumnya lebih agresif daripada Hodgkin. Oleh sebab itu, tingkat kesembuhan Limfoma Nonhodgkin biasanya lebih rendah daripada Limfoma Hodgkin.

  2. 2. Pasien datang saat stadium advance atau lanjut

    ilustrasi limfoma Hodgkin (parkwaycancercentre.com)
    ilustrasi limfoma Hodgkin (parkwaycancercentre.com)

    Menurut Duwi, kanker limfoma stadium 1 dan 2 rata-rata tidak menimbulkan gejala. Karena itulah pasien biasanya tidak waspada dan tidak datang memeriksakan diri ke layanan kesehatan.

    Rata-rata pasien yang datang berobat ke rumah sakit sudah masuk ke tahap stadium advance atau lanjut. Pada stadium ini, umumnya sudah masuk ke stadium 3 dan 4 atau kondisi ketika sel kanker sudah tumbuh besar, menyebar ke jaringan sekitar, atau berpindah ke organ tubuh lain.

    Untuk ini, kata Duwi, jika menemukan benjolan di sekitar leher, ketiak maupun selangkangan, untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan.

    "Untuk Limfoma Hodgkin, semakin dini ditemukan, tingkat kesembuhannya tinggi. Untuk Limfoma Nonhodgkin, biasanya akan dihitung rate survivalnya berdasarkan beberapa faktor seperti stadium klinis pasien, unfavorable riks seperti ukuran tumor, atau gejala konstitusi kanker seperti berat badan badan turun bermakna sampai keringat malam," papar Duwi.

  3. 3. Kasus limfoma ditemukan di usia muda maupun tua

    ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)
    ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)

    Usia pasien limfoma yang datang ke RSUD Tabanan menunjukkan kondisi yang bimodal atau kondisi data yang memiliki dua modus atau dua puncak nilai yang paling sering muncul.

    "Untuk limfoma ini, untuk usia menunjukkan data yang bimodal yaitu banyak ditemukan pada usia muda, juga pada usia tua," kata Duwi.

    Kasus lImfoma banyak ditemukan di usia rentang 20-30 tahun, dan usia tua muncul pada usia 60-70 tahun. Pengobatan untuk limfoma tidak dengan cara operasi.

    "Meski bentuknya solid, pada dasarnya kanker limfoma adalah kanker darah. Sehingga tindakan pengangkatan benjolan tidak masuk dalam pilihan. Biasanya pengobatan untuk kanker limfoma ini kemoterapi target yang dikombinasikan dengan kemoterapi tradisonal. Ada juga second line terapi seperti immunoterapy sampai dengan CAR-T (CAR T-cell therapy)," ujar Duwi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More