Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Tari Baris Duwe di Tabanan, Penari Pantang Makan Daging Sapi

Mengenal Tari Baris Duwe di Tabanan, Penari Pantang Makan Daging Sapi
Tarian Baris Duwe dari Desa Adat Mayungan, Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Tabanan, IDN Times - Sebuah tarian yang berfungsi menjaga keamanan dan keselamatan desa dari serangan sekala dan niskala ada di Kabupaten Tabanan. Tarian yang dianggap sakral, unik, dan penuh aura magis ini dinamakan Tarian Baris Duwe. Tarian ini berasal dari Desa Adat Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Keunikan dan kesakralannya menjadi alasan tarian ini diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

"Terkait pengusulan WBTB, tim dari Dinas Kebudayaan Tabanan telah melakukan survei lapangan, pencatatan, serta dokumentasi sebagai bagian dari proses kajian," ujar Bendesa Adat Mayungan, I Nyoman Gunarsa, Kamis (9/4/2026).

1. Penari Tari Baris Duwe tidak boleh makan daging sapi

IMG-20260408-WA0010.jpg
Tari Baris Duwe dari Desa Adat Mayungan, Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Gunarsa menjelaskan, karena kesakralan Tari Baris Duwe, ada beberapa hal yang harus diikuti para penarinya. Sebelum menari, mereka wajib melaksanakan ritual ngaturang piuning. Selain itu, ada sejumlah pantangan yang harus dipatuhi, seperti tidak boleh mengonsumsi daging sapi dan tidak diperkenankan melihat orang meninggal. Jika melanggar, mereka akan menderita sakit.

"Pantangan ini harus dipatuhi untuk menjaga kesakralan tarian," ujar Gunarsa.

Secara tradisi, jumlah penari Baris Duwe berjumlah 12 orang. Namun, saat ini hanya ditarikan oleh 9 orang karena belum ada petunjuk (keciren) untuk melengkapi jumlah tersebut. Para penari berasal dari satu garis keturunan.

“Penarinya biasanya ditunjuk secara niskala," kata Gunarsa.

2. Keunikan Tari Baris Duwe

IMG-20260408-WA0007.jpg
Tari Baris Duwe dari Desa Adat Mayungan, Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Gunarsa menjelaskan, Tari Baris Duwe merupakan tarian yang wajib dipentaskan saat piodalan di tiga pura utama desa, yakni Pura Banua, Pura Bale Agung, dan Pura Peninjauan. Keunikan dari Tari Baris Duwe terletak pada properti yang digunakan. Mereka membawa tombak dan bedil (senapan). Kedua senjata tersebut terbuat dari kayu.

Keunikan lain juga dari sisi pementasan di setiap pura. Apabila pentas di Pura Bale Agung dan Pura Banua, tarian diawali dengan penggunaan tombak, kemudian dilanjutkan dengan bedil. Sementara jika ditarikan di Pura Peninjauan, urutannya diawali bedil, kemudian tombak.

Dari segi gerakan, tarian ini tidak memiliki pakem gerakan baku. Gerakannya mengalir mengikuti naluri, menyerupai orang berburu. Hal inilah yang membuat setiap pementasan memiliki dinamika berbeda.

"Durasi tarian pun tidak ditentukan, tergantung kondisi penari di lapangan. Dalam beberapa kesempatan, penari bahkan mengalami kerauhan (kesurupan) saat pementasan," papar Gunarsa.

3. Taria Baris Duwe diusulkan menjadi WBTB

IMG-20260408-WA0009.jpg
Tari Baris Duwe dari Desa Adat Mayungan, Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Dengan melihat nilai sakral dan keunikannya, menurut Gunarsa, Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan berencana mengusulkan Tari Baris Duwe sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2027. Gunarsa berharap meskipun akan diusulkan menjadi WBTB, pihaknya meminta kesakralan dari tarian harus tetap dijaga.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Cuaca 10 April 2026 di Bali, Cerah Nih!

10 Apr 2026, 08:11 WIBNews