Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Antisipasi Penyakit Menular Babi, Distan Tabanan Terbitkan SE

Antisipasi Penyakit Menular Babi, Distan Tabanan Terbitkan SE
Peternakan Babi di Tabanan (Dok.IDNTimes/Humas Tabanan
Intinya Sih
  • Dinas Pertanian Tabanan menerbitkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular babi setelah muncul kasus kematian ternak di beberapa desa.
  • Peternak diminta menerapkan biosekuriti ketat, membatasi lalu lintas di kandang, tidak memberi pakan sisa makanan, serta melaporkan gejala sakit atau kematian mendadak pada babi.
  • Pemerintah menyalurkan bantuan disinfektan dan mengerahkan petugas Puskeswan guna mendampingi peternak menjaga kebersihan kandang serta mencegah penyebaran penyakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tabanan, IDNTimes- Dua bulan terakhir terjadi kematian ternak babi di Tabanan. Salah satunya di Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti.

Perbekel Perean Kangin, I Ketut Astra, mengatakan, sebelum mati, babi menunjukkan gejala tidak normal seperti gemetar setelah makan, kehilangan nafsu makan hingga dua hari, kemudian mati mendadak. Penyebab kematian babi ini masih belum dipastikan penyakitnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan kemudian bergerak cepat untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada ternak babi. Antisipasinya, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan menerbitkan Surat Edaran Nomor: 524/7215/PKH/Distan tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyakit Menular pada Babi.

Upaya ini dilakukan meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan menular seperti African Swine Fever (ASF) dan penyakit menular lainnya berpotensi menyerang ternak babi milik masyarakat.

1. Warga diimbau terapkan biosekuriti dan batasi lalu lintas di kandang

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana mengatakan dalam surat edaran tersebut, peternak dan masyarakat diminta menerapkan biosekuriti ketat di kandang, membatasi lalu lintas orang, barang dan kendaraan, melakukan desinfeksi rutin.

Selain itu, melarang pemberian pakan swill atau sisa makanan hotel, restoran dan katering kepada ternak babi.

"Surat edaran ini berisi imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dini, menerapkan biosekuriti di kandang, dan segera melapor jika menemukan ternak babi dengan gejala sakit atau kematian mendadak,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

2. Masyarakat diimbau tidak membuang bangkai babi sembarangan

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Selain itu, dalam edaran tersebut masyarakat juga diminta tidak membuang bangkai babi sembarangan ke sungai, lahan terbuka maupun tempat pembuangan umum. Bangkai ternak diwajibkan dikubur guna mencegah penyebaran penyakit.

Dinas Pertanian Tabanan juga melarang pemindahan babi sakit maupun babi mati ke luar wilayah. Masyarakat diimbau segera melaporkan kasus kematian ternak babi yang dicurigai akibat penyakit menular kepada petugas puskeswan terdekat maupun langsung ke Dinas Pertanian.

3. Dinas Pertanian Tabanan salurkan bantuan disinfektan

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Tak hanya menerbitkan surat edaran, Dinas Pertanian Tabanan juga mulai menyalurkan bantuan disinfektan kepada para peternak babi di sejumlah desa. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk penyemprotan kandang secara rutin sebagai langkah pencegahan.

“Tindakan disinfektan ini merupakan bagian dari upaya preventif. Kami ingin memastikan para peternak memiliki sarana untuk menjaga kebersihan kandang dan memutus rantai penyebaran penyakit,” kata Ekayana.

Petugas dari UPTD Puskeswan juga dikerahkan untuk melakukan pendampingan langsung kepada para peternak. Mereka memberikan edukasi mengenai gejala penyakit, tata cara pelaporan, serta praktik pemeliharaan ternak yang baik dan aman.

Selain itu, Dinas Pertanian tabanan juga meminta seluruh pihak terkait untuk meneruskan informasi tersebut kepada para Perbekel di masing-masing wilayah agar kewaspadaan masyarakat semakin meningkat.

Share Article
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Bali

See More