Damkar Tabanan Banyak Evakuasi Sarang Tawon Vespa, Terkenal Agresif

- Selama Januari–Maret 2026, Damkar Tabanan mengevakuasi 35 sarang tawon, menjadikan tugas nonkebakaran ini lebih dominan dibanding penanganan kebakaran.
- Sebagian besar sarang ditemukan di permukiman warga dan didominasi jenis Vespa affinis yang dikenal agresif, sehingga evakuasi dilakukan malam hari dengan APD lengkap.
- Warga diimbau tidak mengevakuasi sarang tawon sendiri karena berisiko tinggi tersengat, dan diminta segera melapor agar ditangani petugas Damkar secara aman.
Tabanan, IDNTimes- Selain penananganan kebakaran, ternyata tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Tabanan juga meliputi tugas nonkebakaran seperti evakuasi sarang tawon. Bahkan tugas ini lebih mendominasi dibandingkan penanganan kebakaran pada awal 2026.
Berdasarkan data, selama Januari hingga Maret 2026, Pemadam Kebakaran di Tabanan telah melakukan 35 evakuasi sarang tawon.
“Penanganan evakuasi sarang tawon ini cukup sering kami lakukan. Bahkan bisa dikatakan menjadi salah satu tugas rutin selain kebakaran,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bidang IV Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta, Senin (6/4/2026).
1. Tawon bersarang di permukiman warga

Penanganan saran tawon ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan seperti Tabanan, Kediri, Kerambitan, hingga Selemadeg. Kata Suakta, lokasi evakuasi didominasi kawasan permukiman warga, mulai dari banjar hingga lingkungan perumahan.
"Kami biasanya melakukan penanganan jika ada laporan dari warga," katanya.
2. Tawon yang ditangani kebanyakan dari jenis Vespa affinis

Tim Damkar Tabanan lebih banyak menemukan jenis Vespa affinis (Tawon Vespa) selama evakuasi. Menurut Suakta, jenis ini dikenal agresif dan berbahaya.
Dalam penanganannya, petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan melakukan penyemprotan khusus. Evakuasi umumnya dilakukan pada malam hari guna meminimalisir risiko serangan.
"Tawon ini kerap bersarang di atap rumah, pohon, maupun bangunan umum yang dekat dengan aktivitas warga," ujarnya.
3. Warga diimbau untuk tidak mengevakuasi sarang tawon secara mandiri

Mengevakuasi sarang tawon memerlukan peralatan dan keterampilan khusus. Terlebih risiko sengatannya berpotensi besar terjadi jika tidak dilindungi dengan APD.
"Bahkan petugas pemadam kebakaran pun tidak luput dari risiko tersengat. Beberapa anggota pernah tersengat saat bertugas dan mendapatkan penanganan ke rumah sakit," kata Suakta.
Untuk itu ia menegaskan agar warga tidak mencoba menangani sarang tawon secara mandiri karena berisiko tinggi. Jika menemukan sarang yang membahayakan, warga diminta segera melapor agar dapat ditangani petugas.


















